Holocaust


Perang Dunia II di wilayah Eropa menimbulkan kerugian dan korban jiwa besar. Pada kurun waktu sejak tahun 1939 hingga tahun 1945, puluhan juta orang tewas dan cidera di Eropa, Asia dan Afrika. Selain itu, banyak fasilitas ekonomi hancur akibat peperangan tersebut.

Berbagai peristiwa yang terjadi dalam perang dunia selalu menjadi topik pembahasan para sejarawan dan analis. Di antara peristiwa yang sangat kontroversial adalah Holocaust, yaitu klaim orang-orang Zionis mengenai aksi pembantaian terhadap enam juta Yahudi oleh pasukan Nazi. Mereka mengklaim bahwa jenazah orang-orang Yahudi tersebut oleh para serdadu Hitler.

Holocaust berarti pembunuhan massal dengan cara membakar. Masalah ini diangkat kembali setelah PD II. Rezim Zionis menggunakan tragedi holocaust sebagai trik untuk menarik perhatian masyarakat internasional dan menggelindingkan propaganda luas dalam hal ini. Berbagai film dan karya buku tentang holocaust diterbitkan.

Saat ini, kamp-kamp penahanan dan penyiksaan orang-orang Yahudi khususnya kamp Auschwitz, menjadi museum untuk umum. Lebih dari 250 museum didirikan di berbagai negara guna mengenang korban Holocaust. Bahkan, di sekolahan di AS dan Eropa tragedi itu juga dijadikan pelajaran sejarah.

Propaganda Rezim Zionis dalam kaitan Holocaust sedemikian gencar sehingga seorang sejarawan Yahudi bernama Alfred M Lilienthal, menyebut propaganda itu dengan “Holocaust Mania”. Upaya terbaru Rezim Zionis adalah dengan menekan Majelis Umum PBB untuk menetapkan tanggal 27 Januari sebagai hari Holocaust yang akan diperingati setiap tahun. (lihat situsnya di www.alfredlilienthal.com

Meski propaganda Holocaust gencar dilakukan, namun banyak sejarawan dan cendikiawan yang meragukan tragedi tersebut. Mereka juga menulis berbagai buku mencantumkan argumen dan bukti-bukti yang mempertanyakan keotetikan tragedi Holocaust. Meskipun demikian, para kritikus tidak mengingkari terjadinya pembunuhan terhadap sejumlah orang-orang Yahudi oleh pasukan Fasis Hitler, dan hal ini dinilai sebagai sebuah tragedi. Namun mereka berpendapat bahwa tragedi itu tidak seperti yang digambarkan oleh Rezim Zionis.

Kritikan pertama yang dilontarkan oleh para cendikiawan adalah bahwa pada perang dunia II jutaan orang dari berbagai etnis dan agama menjadi korban keganasan Nazipro. Namun mengapa yang diekspos secara meluas hanya dikhususkan kepada para korban Yahudi saja? Seorang anggota Komite Pendataan Holocaust AS-Polandia, Rana I.Aloy menyatakan, meski orang-orang Yahudi mengalami penderitaan, namun hal itu juga menimpa orang-orang selain Yahudi. Korban paling banyak pada PD II adalah orang Rusia. Korban tewas di pihak Jerman juga tidak sedikit dengan jumlah mencapai 9 juta orang dan 5,1 juta orang lainnya menjadi tawanan perang. Dengan demikian, pada PD II telah terjadi berbagai pembantaian massal yang dilakukan oleh negara-negara yang mengklaim sebagai negara yang memiliki peradaban tinggi.

imageAlasan lain yang dikemukakan oleh para pengkritik tragedi Holocaust adalah pada era perang dunia II tidak ada laporan mengenai pembunuhan massal orang-orang yahudi. Dalam laporan Palang Merah Internasional dan perundingan sejumlah pejabat negara penentang Nazi, juga tidak disebutkan keterangan soal pembakaran orang-orang Yahudi oleh Nazi. Sebenarnya, Rezim Zionis terlalu membesar-besarkan tragedi pembantaian orang-orang Yahudi. Bukti lainnya adalah bahwa, dalam dokumen pemerintahan Nazi, Hitler tidak pernah menginstruksikan pembantaian massal terhadap orang-orang Yahudi Yahudi. Bahkan tidak ada catatan mengenai pengalokasian dana besar untuk program tersebut. Karena, program pembantaian enam juta orang Yahudi itu tentu menelan dana besar dan rencana yang matang.

Persoalan lain yang menyebabkan tragedi Holocaust itu sulit diterima adalah, Jerman tidak mempunyai fasilitas untuk melakukan pembantaian massal tersebut. Pihak Rezim Zionis mengklaim bahwa, para serdadu Jerman membantai orang-orang Yahudi dengan menggunakan gaz beracun Zyclon-B, dan kemudian membakar janazah mereka kamp konsentrasi. Bagi negara yang sedang dilanda perang besar, melakukan aksi pembantaian massal di negara jajahannya adalah tindakan yang sangat tidak logis dan akan menelan biaya sangat besar. Disamping itu, apa perlunya pasukan Nazi meracuni orang-orang Yahudi terlebih dahulu kemudian membakar jenazah mereka.

Poin lain yang disinggung oleh seorang mantan guru besar universitas di Perancis, Profesor Robert Faurisson adalah, orang-orang Yahudi hanya dijadikan budak di kamp-kamp kosentrasi Nazi. Dan Nazi sama sekali tidak memiliki kepentingan untuk membantai mereka. Karena tindakan tersebut sama halnya dengan membuang tenaga sia-sia.

Prof Faurisson yang telah melakukan penelitian tentang tragedi Holocaust sejak lama itu, dalam sebuah artikel yang dimuat oleh majalah Le Monde Diplomatique, menyebutkan poin penting lainnya soal Holocaust. Menurutnya, jika ada satu orang saja dari keluaga korban Holocaust, ia akan menunjukkan dirinya. Namun, sampai saat ini tak satupun yang mengklaim sebagai anggota keluarga korban Holocaust. Faurisson dan sejumlah orang yang sepaham dengannya menilai tragedi Holocaust sebagai sebuah sebuah dongeng karya orang-orang Zionis. Menurut keterangan para pengamat, ruang-ruang gas yang gencar dipublikasikan oleh Rezim Zionis itu, sebenarnya adalah ruang sterilisasi atau penyemprotan gas anti bakteri pada pakaian dan badan jenazah.

Yang sebenarnya terjadi adalah, pada era PD II khususnya akhir perang tersebut, berbagai penyakit menular seperti wabah dan tipes menjangkiti para tahanan di kamp konsentrasi Nazi. Oleh karena itu, cara antisipasi dan penanganai wabah tersebut adalah dengan menyemprotkan zat anti bakteri dan membakar pakaian serta jenasah yang telah terkontaminasi virus. Dan fenomena ini dipandang sebagai peluang besar bagi orang-orang Zionis untuk mengemukakan fiksi Holocaust.

Kritikan lainnya adalah menyangkut jumlah korban di pihak orang-orang Yahudi yang mencapai enam juta orang. Pihak Zionis mengklaim bahwa jumlah tersebut tidak dapat diragukan lagi. Seorang sejarawan asal Inggris, Doktor David Irwing, dalam bukunya mencantumkan berbagai argumen bahwa aksi pembantaian terhadap enam juta orang Yahudi itu tidak lebih dari sekedar kebohongan besar. Karena, jumlah orang-orang Yahudi di seluruh Eropa pada masa itu tidak mencapai enam juta orang. Apalagi pasukan Nazi tidak sepenuhnya menguasai Eropa. Seorang pengamat Iran, Doktot Muhammad Taqi Pour mengatakan, dari jumlah keseluruhan warga Yahudi Jerman yang mencapai 600 ribu orang, 400 ribu di antaranya atas perintah Hitler telah meninggalkan Jerman sebelum perang dunia II dikobarkan.

Hal lain yang perlu kita cermati adalah sejumlah dokumen menunjukkan hubungan baik orang-orang Zionis dengan para pejabat tinggi Nazi. Pada tahun 1933 yaitu tahun Hitler berkuasa hingga tahun 1941, orang-orang Zionis menjalin hubungan erat dengan Nazi di bidang ekonomi. Hitler yang sangat menentang keberadaan orang-orang Yahudi di Jerman itu, bersama dengan orang-orang Zionis berupaya merelokasi orang-orang Yahudi ke Palestina. Seorang analis Nazi, Alfred Rosenburg, dalam bukunya menulis, Nazi harus mendukung pihak Zionis sehingga setiap tahun orang-orang Yahudi di Jerman dapat dipindahkan ke Palestina.

Meskipun demikian, Rezim Zionis tetap bersikeras mempertahankan klaim mereka soal Holocaust. Rezim Zionis juga berupaya keras menginfiltrasi negara-negara Eropa untuk mencegah segala bentuk penelitian terhadap keotentikan peristiwa Holocaust.

***

Fenomena Holocaust begitu penting bagi Zionis karena bisa menciptakan opini kemazluman orang-orang Yahudi. Fiksi pembantaian enam juta warga Yahudi oleh Hitler merupakan permainan terpenting Zionis untuk menumbuhkan belas kasih masyarakat dunia kepada orang-orang Yahudi. Oleh karena itu, mereka tidak akan menerima kritik dalam kaitan tragedi tersebut.

Direktur Lembaga Kebebasan Beropini di Kanada mengatakan, “Holocaust telah berubah menjadi sebuah keyakinan. Sebuah keyakinan dirancang untuk orang-orang selain Yahudi, dan siapa pun yang mengingkari tragedi itu akan ditindak seperti seorang yang murtad. Hal ini merupakan langkah yang salah dan menipu menurut akal dan logika. Profesor Robert Farison juga mnyatakan bahwa Holocaust merupakan bom nuklir Zionis.

Hal yang menarik, melalui kekuatan lobinya di Barat Zionis tidak mengizinkan siapa pun untuk menolak kisah tragedi Holocaust. Saat ini di AS dan Eropa, siapa pun tidak boleh menolak tragedi Holocaust, dan akan ditindak jika menolaknya. Ketika AS dan Eropa melakukan propaganda dengan gencar dalam kaitan Holocaust, seorrang analis yang berasal dari Australia, Fredick Toban, menolak tragedi tersebut dan mendapat ganjaran penjara enam bulan. Fredick Toban mengatakan, “Di Eropa, setiap orang bisa menghujat Yesus dan Maryam yang suci, namun tidak dapat mengkritik orang-orang Yahudi dan Holocaust. Sejumlah negara Eropa yang sudah cukup maju bersedia dalam perundangan-undangannya untuk mengatur para penolak Holocaust.

Berdasarkan undang-undang di AS dan Eropa yang bernama Gitto, siapa pun yang menolak Holocaust, akan terhitung sebagai orang yang anti Yahudi dan terkena hukuman. Pernacis yang disebut sebagai negara kebebasan juga tidak terlepas dari belenggu kekuatan lobi Zionis, sehingga harus menerima undang-undang Fabius-Gayssot di tahun 1990. Berdasarkan undang-undang tersebut, setiap orang yang menolak Holocaust dan meragukan kisah tentang terbantainya enam juta orang Yahudi di Eropa, akan dikenai hukuman penjara atau denda. Sikap itu yang tidak selaras dengan kebebasan berpendapat di negara-negara yang membela HAM dan kebebasan merupakan hal yang mengejutkan.

Pada saat yang sama, Barat merupakan negara-negara yang menghargai penelitian ilmiah dan logis, namun tetap akan menindak penentang Holocaust yang berargumentasi dengan bukti-bukti yang valid. Ancaman hukuman bagi para penentang Holocaust mengingatkan pengadilan-pengadilan di abad pertengahan yang menindak terhadap para penentang keyakinan gereja. Pada prinsipnya, larangan keras tersebut ditujukan kepada para penentang, baik menolak maupun meragukan tergedi tersebut. Oleh karena itu, diantara dalih mempertanyakan dan meragukan Holocaust adalah adanya larangan yang kuat untuk menelaah lebih lanjut tragedi tersebut. Jika tragedi pambantaian enam juta warga Yahudi adalah sebuah realitas, tidak semestinya Zionis dan Barat khawatir dengan penelitian lebih lanjut atas tragedi Halocaust. Tentu saja, kekhawatiran mereka ini membuktikan lemahnya argumentasi dan bukti atas tragedi Holocaust. Robert Forison menyatakan, “Sampai saat ini, mereka tidak dapat menjawab argumentasi penolakan kita atas kebenaran tragedi Holocaust, melainkan menyerang kita dengan menyeret kita ke pengadilan, menindak dan menyiksa.”

Oleh karena itu, para analis dan pemikir di Barat yang mengkritik Holocaust,sehingga menerima berbagai ancaman dan tekananan, yang setidaknya dihukum berdasarkan konstitusi miring mengenai Holocaust, menyandang sifat kesatria. Profesor Forison adalah wujud nyata yang berani bersikap kesatria untuk mempertanyakan tragedi Holocaust. Forison yang berkewarganegaraan Inggris dan Perancis adalah seorang sejarawan yang melakukan penelitian tentang Holocaust selama bertahun-tahun, bahkan berhasil mendapatkan sejumlah data terlarang milik Zionis. Namun, ketika beliau mempertanyakan Holocaust dan menolak keberadaan ruangan gas yang ditulis dalam bukunya, “Ruangan Gas: Fiktif atau Nyata,” menyebabkan kemarahan Zionis dan Perancis.

Profesor Forison diberhentikan dari aktivitas mengajar di Universitas Lion di tahun 1978, dan menurut rencana akan diadili di bulan Juni karena wawancaranya dengan Televisi Sahar milik Republik Islam Iran dalam kaitannya dengan Holocaust. Horison dalam wawancara tersebut menyatakan, “Kami para penentang Holocaust tidak diberi hak untuk mencetak dan menyebarkan artikel dan buku. Mereka membakar buku-buku kami dan melarang penerbitannya di luar negeri.”

Profesor Roger Garaudy adalah sosok lain yang menolak kisah tentang Holocaust, sehingga diseret ke pengadilan. Karya besar Garudi yang berjudul “Mitos-mitos Pembangun Politik Israel” juga menghadapi penentangan keras dari kaun Zionis, karena buku tersebut mengungkap kebohongan tragedi Holocaust. Pada akhirnya, Garudi dijatuhi hukuman karena sikapnya menentang undang-undang Fabius-Gayssot. Lagi, kebebasan dan HAM menjadi korban kepentingan Zionis di Eropa.

Ernest Zundel, seorang peneliti asal Jerman masuk dalam daftar para penentang tragedi Holocaust. Sebelum hijrah ke AS, dia bermukim di Kanada. Akibat tekanan dan intimidasi kaum Zionis di Kanada, Zundel terpaksa meninggalkan negara itu. Di AS, kaum Zionis tetap mengejar Zundel, sehingga akhirnya dia ditangkap dan diekstradisi ke Jerman untuk diadili karena keyakinannya yang menentang mitos Holocaust. Tak cuma kalangan peneliti sejarah yang kebebasan pendapatnya terbelunggu. Para anggota parlemen di Eropa juga tak berhak untuk menyuarakan pendapatnya yang menentang kisah pembunuhan massal warga Yahudi pada perang dunia kedua. Bruno Gollnisch, anggota parlemen Eropa asal Prancis termasuk di antara mereka yang menentang kisah Holocaust. Katanya, “Seluruh kisah Holocaust adalah khanyalan otak kotor kaum Zionis.” Akibat pernyataannya itu, Gollnisch kehilangan kekebalan diplomatiknya sehingga memungkinkannya untuk diseret ke pengadilan.

Korban lain dari mitos Holocaust adalah David Irving. Ketenarannya sebagai sejarawan besar Inggris tidak mampu menelamatkannya dari penganiayaan yang dialaminya di Inggris dan negara-negara lain. Ketika berkunjung ke Austria beberapa waktu lalu, Irving dijerat dengan pasal tahun 1989 tentang Holocaust. Irving hanyalah satu dari sederet ilmuan dan cendekiawan yang mengalami nasib buruk dan menyedihkan karena menentang mitos pembunuhan massal kaum Yahudi pada masa perang dunia kedua. Germar Rudolf kimiawan Jerman, Doktor Frederick Toben asal Australia, Louis Marshalko asal Hungaria penulis buku the World Conquerers, Norman G. Finkelstein dosen universitas DePaul Chicago penulis the Holocaust Industry adalah contoh dari puluhan ilmuan dan cendekiawan tersebut.

Mitos Holocaust dimanfaatkan oleh kaum Zionis untuk mengejar kepentingannya di dunia, yang diantaranya adalah untuk membentuk sebuah rezim ilegal di tanah Palestina tahun 1948. Tak syak, tanpa mengumbar isu pembantaian massal umat Yahudi pada masa perang dunia kedua, kaum Zionis tak akan dengan mudah memaksa masyarakat dunia termasuk PBB untuk menerima kehadiran sebuah negara ilegal bernama Israel di negeri Palestina.

Frederick Toben dalam hal ini mengatakan, “Negara Israel dibentuk atas dasar kisah Holocaust. Oleh karena Holocaust adalah kisah bohong, berarti Israel dibangun di atas kebohongan besar.” Kelestarian Israel sangat bergantung pada keyakinan masyarakat Barat akan kebenaran kisah pembunuhan 6 juta warga Yahudi di Eropa oleh Hitler. Berkat kisah ini pula, Israel berhasil meraup ganti rugi yang tidak sedikit dari negara-negara Eropa terutama Jerman.

Singkatnya, Holocaust adalah kisah dusta besar yang diciptakan oleh orang-orang Zionis. Segencar apa pun kaum Zionis mempropagandakan kisah ini untuk menunjukkan ketertindasannya di dunia, suatu hari kebohongan ini akan terungkap. Masyarakat dunia saat ini mulai sadar bahwa Holocaust yang sebenarnya bukan terjadi di Eropa pada masa perang dunia kedua dengan korbannya warga Yahudi, tetapi Holocaust sedang terjadi saat ini. Tempatnya adalah Palestina dan korbannya adalah bangsa Palestina. Pelakunya bukan Hitler, tetapi kaum Zionis.

89 thoughts on “Holocaust

  1. Ini artikel Fakta atau hanya Asumsi Admin??
    Bukti yang di kumpulkan juga tidak valid, hanya refrensi dari asumsi-asumsi orang lain yang belum tentu benar.
    Artikel yang seperti ini sifatnya hanya mempengaruhi akan reputasi suatu negara dan sama sekali tidak membuka wawasan Bung. Jika ingin berkata fakta tulislah fakta, cari bukti yang valid dan tidak bisa disangkal kebenarannya, ente pergi ke germany dan lakukan penelitian, jika hanya ingin berpendapat ya cuma gosip pak admin.

    bagaimana reaksi kalian membaca ini ?
    Nabi Muhammad Memperistri Aisha, Anak yang masih berusia 9 tahun.

    padahal yang saya tulis diatas adalah fakta, walaupun terasa miris membacanya namun wawasan anda bertambah bukan, jadi anda tidak perlu saya pengaruhi atau juga mempengaruhi, tulislah artikel yang lebih baik dan berguna admin.

    • Saya rasa anda Judash alias YAHUDI alias DAJJAL alias PENAKUT alias TIKUS PENGERAT alias SAMPAH hheheh iini baru fakta

  2. “Ich konnte all die Juden in dieser Welt zu zerstören, aber ich lasse ein wenig drehte-on,so können Sie herausfinden, warum ich sie getötet”

    “Bisa saja saya musnahkan semua Yahudi di dunia ini, tapi saya sisakan sedikit yang hidup, agar kamu nantinya dapat mengetahui mengapa saya membunuh mereka”

  3. kita semua sama-sama menunggu..
    yang HAQ tidak akan terpengaruh oleh apapun juga..
    mari bekali diri dengan sebaik-baik bekal…
    sayangi yang ada dibumi… niscaya seisi langit akan menyayangimu…

  4. Seratus orang mengatakan bahwa laut warnanya biru, namun masih ada satu orang yang berani mengatakan warnanya oranye. Menurut anda siapakah diantara mereka yang pantas diragukan kesehatan matanya ? Begitu juga fakta tentang NAZI melakukan pembantaian terhadap kaum Yahudi. Ada banyak literatur yang saya temukan baik berupa buku ataupun lewat internet bahwa NAZI pernah melakukan genosida namun artikel ini malah berkata sebaliknya. Lalu bagaimana fikiran kita ?

    • kwkwkwk… loe yahudi ya. ksian amat,, emg yahudi diberi kepintaran yg lebih dr manusia lain dibumi ini oleh Allah,, supaya mreka bisa melakukan pembohongan, ekonomi dan politik dunia emg sdh dikuasai org yahudi, bahkan negara amerika yg diklaim terkuat dibumi yg dominan nasrani sj ky keledai ama yahudi,, pantasan hitler benci amat sm yahudi, Alquran pun sdh bilang, klo loe islam cari tau sndiri ayatnya. tp klo loe yahudi,, loe g bakal mau ngerti krna yahudi sdh menanam kebencian tiada tara semenjak Muhammad SAW diangkat sbgai nabi oleh Allah,,,

  5. dari dulu yg namanya orang yahudi itu parasit yg harus dimusnah kan dan di cabut dari akar2 nya.mereka itu tuna wisma yg ngimpi pengen punya rumah sendiri hmmmm..kasihan…kasihan..kasihan..

  6. Israel, amerika, sekutux dan mesin2 perusaknya memang harus di lenyapkan di muka bumi supaya kehidupan masyarakat di dunia bisa tentram dan tidak ada tujuan2 yang tidak jelas yang hanya ingin menguasai dunia dengan kelompokx sendiri,, adalah tindakan orang bodoh dan mustahillllllllllllllllllllllllllllllllllll….

    • Mengapa Israel dan Amerika tidak pernah menghargai perjanjian dengan negara muslim ? Karena muslim tidak bisa dipercaya.
      Kenapa muslim tidak bisa dipercaya ? Karena muslim tidak mengenal kata perbedaan.
      Kenapa muslim tidak menghargai perbedaan ? Karena alquran menuntut kepatuhan buta. Sadar atau tidak sadar, setiap muslim ditanamkan kebanggaan jika berjihad (berperang) menghadapi non muslim. seolah menumpahkan darah adalah bagian dari jalan suci. Dan inilah yang membuat muslim jadi sangat berbahaya. Analis politik barat tidak bodoh. Kondisi psiko-sosial di negara2 yang mayoritas beragama islam sudah mereka amati sejak lama.

      Alquran juga menyebarkan fakta bohong, mendiskreditkan bangsa tertentu tanpa alasan serta fakta2 yang kuat. Fakta di lapangan sudah membuktikan, setiap hari di negara2 timur tengah umat muslim dapat dengan bebasnya mengepalkan tinjunya di pinggir jalan sembari meneriakkan : “Hancurkan Israel !!!” Hanya negara yang dipimpin orang2 tolol lah yang tidak waspada jika sudah melihat tetangganya seperti itu.

      Alquran Juga mengajari umatnya melakukan pemaksaan terhadap umat lain demi terciptanya pemerintahan Islam. Sejarah berabad2 sudah membuktikan, bangsa Turki seljuk yang beragama Islam dengan sengaja menghalang2i umat kristen untuk berziarah ke Jerusalem hingga menimbulkan terjadinya perang salib. Begitu juga penghancuran situs2 bersejarah oleh muslim di negara2 yang dulunya bukan beragama Islam. Seperti di Pakistan dan di afghanistan. Pendek kata, bagi mereka hanya satu budaya, yaitu budaya muslim. Dan hanya satu dunia, yaitu dunia muslim.

  7. Hahahaha
    Korban darimana ?
    Tanah palestina sebenarnya adalah tanah org yahudi .
    Org yahudi sudah di usir dri tanah aslinya kok di bilang pembohong ?
    Dasar hanya bisa memperbalikkan kenyataan ..

    • Benarrrrrr!,……hidup kebejatannnn!!!!!!!!!, hiduplah agama kristennnnnnnn!!!!!!!, wahai orang2 kresten lain dukunglah israel!!!, ayolah kita dukung pembantaian dan pembunuhan, pengusiran scr paksa orang palestina dari rumahnya(scr harafiah alias benar2 diusir dari rumahnya buat dibangun pemukiman jahudi), kita dukung pemboman kota2 di palestin. Memanglah itulah yang diajarkan para pendeta kita tiap hari!, itu juga diajarkan alkitab kita. Yang kresten sejati dukunglah pembunuhan!!!!, kebejatann!!!, dan kebangsatann!!!. Tiap ada topik ato pembicaraan spt ini dukunglah kebangsatannn!!

      • Betul!!! Kita dukung Israel!! Hidup dan jayalah Paulus!!! Rakyat Palestina HARUS DIBUNUH karena berani sama Israel…….Beginilah cara kita ummat Kristen sejati karena Paulus kita mengajarkan seperti ini.

        RESAPI: Alkitab I Samuel 15 : 2 & 3 sebagai berikut :

        2. Beginilah firman Tuhan semesta alam : Aku akan membalas apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israel, karena orang Amalek menghalangi mereka, ketika orang Israel pergidari Mesir.
        3. Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai

      • Tak usah kau sok pintar2an menafsirkan ayat2 agama lain tolol. Ayat itu hanya ingin menunjukkan bahwa Allah orang Israel adalah “ALLAH YANG SETIA”, yang selalu ingat pada janji2-Nya, dan yang tidak akan membiarkan umat pilihannya diperlakukan semena2 oleh siapapun. Lagipun yang dimaksud disitu hanya kaum tertentu, bukan untuk semua kaum diluar bangsa israel. Tidak seperti ayat2 setanmu yang dari alquran-mu itu. Udah jelas2 nyata2 menganjurkan pembantaian dan pemaksaan terhadap orang2 diluar muslim, tapi masih juga kalian tutup2i. Bila perlu dengan bersilat lidah, bahkan berbohongpun mau. Ngapain capek2 belajar ilmu agama bahkan sampai bergelar kyai kalau hanya untuk belajar berbohong demi sebuah kitab bloon. Idiiih…amit-amit. Paling2 nanti kalo ditanya soal ayat2 menyimpang lalu kalian jawab dengan alasan masalah penafsiranlah, salah terjemahanlah, dsb. Kalian kira orang lain itu sama tololnya macam kalian. Bagi kalian kebenaran itu hanya didapat dengan bersilat lidah, bukan dengan jujur pada diri sendiri, dengan menggali sampai tuntas. Muslim… oh… muslim…

      • Inilah fakta sebenarnya tentang konflik di jalur Gaza. Tentang liciknya kaum muslim :
        Gerombolan HAMAS dengan sengaja menembakkan roket ke wilayah israel di saat bulan ramadhan. Mereka sengaja memprovokasi Israel agar membalas. Tujuannya supaya dunia internasional nantinya mengutuki Israel. Alasan dipilihnya bulan ramadhan juga sudah direncanakan jauh2 hari sebelumnya, yaitu supaya muslim Palestina meraih simpati dunia internasional dibalik tangisan ibu2 dan anak2 mereka. Masyarakat internasional nantinya akan mencap Israel seolah2 tidak menghargai hari besar umat muslim di seluruh dunia. Kasarnya, muslim sebenarnya sedang mengompori sesama mereka sendiri. Yaitu antara muslim Palestina dengan muslim sedunia. Gerombolan HAMAS juga sengaja menuntut Israel membuka jalur gaza justru adalah karena mereka yakin seyakin2nya bahwa Israel tidak akan meluluskannya. Israel tidak akan begitu bodoh membiarkan orang2 tak bertanggungjawab bebas keluar masuk negerinya disaat perundingan kedua negara belum tuntas. Tapi hamas sengaja menuntut begitu supaya ketegangan terus berlanjut sehingga mereka nantinya tetap punya alasan melakukan gangguan. Mereka memposisikan diri seolah2 berada di pihak yang tertindas. Padahal yang tidak menghargai bulan sucinya itu justru adalah mereka sendiri. Mereka yang memulai perang, memperalat bulan sucinya demi kepentingan negara. Mereka juga sengaja bersembunyi di rumah2 ibadah serta di sekolah2 dengan harapan supaya israel nantinya semakin membabi buta menembakkan roketnya. Pendek kata, muslim Palestina sebenarnya tidak bisa membedakan antara rasa hormat pada agamanya sendiri dengan kepentingan pada perjuangan. Merekalah yang membuat batasan keduanya semakin kabur dan tumpang tindih. Lalu kalau begitu kok masih sempat2nya muslim menuntut orang lain supaya menghormati agamanya ? Memalukan.

    • Betul!!! Kita dukung Israel!! Hidup dan jayalah Paulus!!! Rakyat Palestina HARUS DIBUNUH karena berani sama Israel…….Beginilah cara kita ummat Kristen sejati karena Paulus kita mengajarkan seperti ini.

      RESAPI: Alkitab I Samuel 15 : 2 & 3 sebagai berikut :

      2. Beginilah firman Tuhan semesta alam : Aku akan membalas apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israel, karena orang Amalek menghalangi mereka, ketika orang Israel pergidari Mesir.
      3. Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai

      • Kristen n yahudi emang dajjal…masa tuhan pake sempak doanx…..wkwkwkwk

      • Kalo melihat sikapmu itu ya karena si awloh mu itu Tuhan palsu.

  8. kita selalu bercermin kepada amerika jika di dalam negeri kita sendiri terjadi pelanggaran HAM.HAM memang mutlak. tp isu HAM lah yang dibawa oleh amrik untuk mengintervensi negara lain..negara yang mengklaim menjunjung tinggi HAM ternyata merupakan pelanggar HAM terberat..
    1 kebenaran buat hitler,yahudi adalah otak kekacauan dunia saat ini..dan amerika adalah kendaraan tempurnya.

  9. Kata orang Israel sih bgitu, tapi pas ane baca buku pengakuan orang Israel, Holocaust itu ada di Al-Quran, yaitu kutukan dari Allah SWT untuk kaum Yahudi karena telah mengingkari Nabi Musa. Kutukannya Yahudi akan terus sengsara sampai hari kiamat. . .

  10. yup ambo ikut setuju aja sama bang BLITZKRIEG,,, tapi herannya kanapa masih banyak yang percaya 1000% sama propaganda-propaganda yang dilakukan para zionis bejat itu????

    semoga Allah melindungi kita dari propaganda2 laknat para kaum zionos…..

  11. holocaust itu ada namun memang mungkin tidak sebanyak yang dibeberkan media2. Kalau anda melihat wawancara mantan2 tentara dan jendral nazi disitu akan kelihatan bahwa pada saat rezim nazi, orang2 yahudi memang sangat di benci oleh nazi. para mantan tentara dan jendral nazi ini mengakui bahwa pada masa perang dunia 2 kebencian terhadap kaum yahudi adalah hal yang wajar.

    mantan2 jendral dan tentara nazi merasa bahwa orang2 yahudi adalah penyebab utama kebobrokan dan keterpurukan Jerman pasca PD I. mereka menganggap pada masa PD I, orang2 yahudi yang kala itu mendominasi militer jerman merupakan penyebab kekalahan tentara jerman pada PD I. sementara itu pasca PD I atau pra PD II orang2 yahudi hampir seluruhnya menguasai perekonomian jerman sedangkan orang asli jerman sendiri pada masa itu hidup susah karena adanya resesi perekonomian di jerman. hal inilah yang menyebabkan terjadinya diskriminasi sosial antara penduduk aseli jerman dan orang2 yahudi. diskriminasi ini kian menjadi wujud nyata ketika hitler dengan berani menyatakan bahwa orang yahudilah yang bertanggung jawab atas keterpurukan dan kebobrokan bangsa Jerman. ibarat gayung menyambut air sontak sebagian warga jerman mendukung pernyataan Hitler. inilah cikal bakal terjadinya holocaust. oleh karena itu ketika hitler terpilih menjadi 1 dari 3 kanselir di jerman pada tahun 1933 banyak orang yahudi yang kemudian exodus ke negara-negara lain baik di eropa maupun di amerika. namun masa2 1933-1938 masih merupakan masa aman karena masih ada Hindenburg yang merupakan kanselir utama jerman yang dengan tegas menolak rencana2 extrim dari hitler. baru di tahun 1939 ketika hindenburg meninggal dunia, hitler meraih tahta sebagai kanselir utama di jerman dan mulai pada saat itulah hitler dengan bebas merencanakan serangkaian penaklukan2 terhadap negara2 eropa. gheto2 mulai dibuat sehingga orang yahudi dipisahkan kehidupannya dari orang2 asli jerman. tembok2 tinggi dibangun di jerman sebagai pembatas antara pemukiman orang2 jerman dan orang2 yahudi.

    sebenarnya yang jadi masalah bukan pada berapa banyak korban pihak yahudi tetapi politik diskriminasi oleh pemerintahan hitler. memang hitler tidak pernah secara langsung memerintahkan untuk membantai orang2 yahudi. namun adanya serangkaian politik diskriminasi ini diterjemahkan oleh tentara2 nazi sebagai pembersihan terhadap kaum yahudi (dalam arti pembantaian terhadap warga yahudi).

    ditilik dari besarnya jumlah korban pada PD II tentu jerman dan sovyet adalah pemenangnya. bagaimana tidak, sovyet pada masa itu merupakan negara terbesar dan memiliki jumlah penduduk yang banyak sedangkan stalin mengeluarkan kebijakan agar semua rakyat dan napi diterjunkan digaris depan dan tidak boleh mundur sejengkalpun dalam menghadapi pasukan jerman. padahal senjata2 pasukan jerman lebih maju ketimbang senjata sovyet. kalau ada pasukan sovyet yang merasa takut dan mundur sejengkal saja maka jendral2 sovyet yang sudah siap menunggu di garis belakanglah yang akan menghabisi nyawa pasukan sovyet tersebut. mau tidak mau mereka harus terus bertempur di garis depan. fakta di sejarahpun disebutkan bahwa di kota Stalingrad saja tentara sovyet yang mati karena menghadapi pasukan jerman mencapai 2-3 juta orang. sampai kinipun orang2 rusia yang akan menggarap tanah persawahan masih sering menemukan tengkorak2 manusia di kota stalingrad.

    pasukan jerman sendiri, apalagi, sebagai negara yang kalah bertempur di PD II tentunya korbanya juga banyak. karena mereka bertempur di hampir semua tempat di eropa. Inggris, perancis, belanda, polandia, rusia, norwegia merupakan negara2 sasaran agresi militer jerman sehingga sangatlah wajar jika banyak pasukan jerman yang menjadi korban.

    namun semua korban2 keganasan rezim hitler semata-mata hanyalah korban perang, dalam arti orang2 rusia, polandia, inggris, amerika ini masih bisa melawan pasukan jerman sebelum akhirnya mati. namun khusus orang2 yahudi, mereka tidak bisa memberikan perlawanan terhadap tentara nazi karena mereka adalah korban politik diskriminasi bukan korban perang. bagaimana bisa melawan sedangkan sebelumnya mereka telah dikurung di Gheto2 atau di kamp2 konsentrasi. orang2 yahudi tidak punya kesempatan untuk melawan.

    namun memang fakta dalam sejarah disebutkan bahwa orang2 yahudi sengaja memasukan data palsu mengenai jumlah korban dari pihak yahudi. ini dimungkinkan untuk mengambil simpati dunia kepada pihak yahudi sebagai korban politik diskriminasi. thx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s