Perang Vietnam


Pada pertengahan tahun 1960an selagi tentara Amerika bertempur di Vietnam, Presiden Lyndon Johnson menjalani operasi kandung kemih. Operasi itu meninggalkan bekas luka yang panjang.

Tidak lama setelah itu, para kartunis politik menggambarkan luka bekas operasi itu sebagai peta Vietnam. Karena perang Vietnam yang kacau, Presiden Johnson akhirnya tidak mau mencalonkan diri kembali dalam pemilihan presiden tahun 1968. Sampai sekarang, Perang Vietnam masih menjadi bekas luka dalam jiwa rakyat Amerika, seperti yang diungkapkan kedua calon presiden Amerika bulan lalu.

Calon Presiden Partai Demokrat Senator John Kerry menyatakan diri sebagai pahlawan perang dengan mengelilingi dirinya dengan para veteran perang Vietnam. Beberapa pekan kemudian, sekelompok veteran Vietnam lain menyerang John Kerry, dengan mengatakan, Kerry berbohong mengenai kegagahberaniannya dalam perang. Pihak Partai Republik kemudian mengecam John Kerry karena memimpin protes menentang Perang Vietnam sekembalinya dari medan perang. Pekan lalu, Wakil Presiden Dick Cheney menyebutnya sebagai salah satu alasan mengapa John Kerry tidak layak menjadi presiden. Banyak tuduhan terhadap John Kerry disanggah oleh kelompok veteran Vietnam lain, yang membela John Kerry mati matian.

Terdengar aneh bahwa kampanye pemilihan presiden terfokus pada isu Perang Vietnam, sementara banyak isu lain seperti Perang Irak, perekonomian, lapangan kerja, layanan kesehatan dan defisit anggaran. Semua isu tersebut tersisih oleh Perang Vietnam yang telah berakhir 29 tahun yang lalu.

Keterlibatan Amerika dalam perang Vietnam adalah yang paling lama dan paling tidak populer dalam sejarah Amerika. Ketika Perang Vietnam berakhir pada tahun 1975, hampir 58 ribu orang tentara Amerika dan sekitar tiga juta orang warga Vietnam tewas.

Setelah perang berakhir, warga Amerika bertanya-tanya, mengapa mereka menemui kekalahan. Banyak yang merasa bahwa Amerika seharusnya tidak melancarkan perang itu. Mereka berpendapat, rakyat Vietnam menjadi korban putusan dan kebijakan Amerika yang keliru. Yang lain berpendapat, perang Vietnam tidak dilakukan dengan cukup kuat. Menurut mereka, Amerika akan menang kalau warganya mendukung tentara, atau kalau Pentagon tidak dikungkung berbagai pembatasan dalam menjalankan operasinya di Vietnam.

Selama seperempat abad terakhir, perdebatan tingkat rendah berlangsung antara mereka yang ikut perang di Vietnam dan yang tidak, antara yang berpendapat bahwa Perang Vietnam dapat dibenarkan dan yang menganggapnya sebagai misi keliru yang mustahil dilaksanakan.

Banyak veteran Perang Vietnam masih menderita sampai sekarang. Banyak di antara mereka yang terekspos pada Agent Orange, bahan kimia perontok daun, yang membuat mereka sakit. Sekitar 240 ribu orang veteran perang, sebagian besar dari Vietnam, menjadi tunawisma. Vietnam sendiri masih menderita dari sisa sisa perang. 35 persen lahan pertanian di Vietnam Tengah tidak dapat ditanami karena sisa sisa mesiu yang belum meledak. Lebih dari satu juta hektar hutan dan lahan pertanian menjadi tandus karena Agent Orange. Banyak warga Vietnam yang juga menderita karena bahan kimia itu.

Karena Perang Vietnam, Amerika dijuluki sebagai ‘macan kertas’. Ini sering disebut sebagai ‘Sindrom Vietnam’, yaitu keengganan untuk maju ke medan tempur. Apakah perdebatan antara John Kerry dan George W Bush mengenai Perang Vietnam berarti bahwa secara kejiwaan warga Amerika berkeberatan mengirim prajurit ke medan perang? Ternyata tidak. John Kerry memberikan suara setuju dalam pemungutan suara Senat mengenai perang Irak yang diprakarsai Presiden Bush. Jelas bahwa keduanya tidak berpendapat bahwa Amerika adalah ‘macan kertas’.

Perdebatan antara Bush dan Kerry mengenai Vietnam terfokus pada satu isu sempit, yaitu karakter John Kerry: Apakah ia seseorang yang memang gagah berani di medan perang, atau ia hanya melebih lebihkan prestasinya di Vietnam dengan tujuan politis?

Wartawan Associated Press belum lama ini mengunjungi wilayah di Vietnam, di mana dulu John Kerry bertugas dalam masa perang. Wartawan itu mewawancarai seorang bekas pejuang Vietnam yang belum pernah mendengar nama John Kerry. Orang itu membanggakan pertumbuhan ekonomi Vietnam sejak tahun 1975 seperti saluran saluran irigasi yang lebih lebar, tambak tambak udang, kafe, toko, pasar sayur dan pasar buah terapung dan lain lain. Ia heran mendengar timbulnya kontroversi berpuluh puluh tahun sejak berakhirnya perang Vietnam. Ia mengatakan, “Ini politik Amerika!”

22 thoughts on “Perang Vietnam

    • aneh. darimana kamu tahu bahwa anak itu memang ditelanjangi ? toh teks diatas kulihat tak ada yang menuliskan begitu. siapa tahu dia memang lari telanjang dari rumah.

  1. Siapapun pemenang dalam perang Vietnam, yang jelas itu adalah salah satu sejarah kelam kemanusiaan.

  2. Presiden Amerika Serikat yang paling banyak memenangkan perang justru adalah seorang veteran perang Vietnam. Dia adalah George Bush (ayah dari George W Bush), seorang mantan pilot angkatan udara Amerika yang pesawatnya pernah ditembak jatuh ketika berjuang di Vietnam. Karir Bush terus melejit setelah itu. Dimulai dengan menjabat ketua CIA (dua periode), wapres (dua periode), hingga akhirnya menjadi presiden (satu periode). Beberapa perang yang dimenangkan oleh Bush setelah menjadi presiden adalah perang pembebasan Kuwait hingga perang menurunkan Saddam Hussein di Irak.

  3. Jika diukur dari jumlah korban di kedua belah fihak, sebenarnya Amerika Serikat tidak sungguh2 kalah. Bandingkan jumlah korban di fihak Amerika yang 58 ribu orang berbanding 3 juta korban di fihak Vietnam. Itu artinya setiap 1 orang serdadu Amerika sebelum tewas mampu membunuh 50 orang warga Vietnam.
    Amerika dianggap kalah karena bantuan perang terpaksa dihentikan setelah kota Saigon yang menjadi basis utama Vietnam Selatan (sekutu Amerika) terjatuh ke tangan gerilyawan komunis dari Vienam Utara (sekutu Uni Sovyet). Tentara Viet-cong terus merengsek ke selatan dan seluruh Vietnam akhirnya menjadi negara komunis.
    Banyak yang mengatakan bahwa yang menyebabkan kekalahan Amerika sebenarnya bukan tentara Viet-cong, tapi justru oleh musuh di dalam negeri Amerika sendiri. Amerika bertempur melawan dua musuh sekaligus. Musuh dari luar yaitu tentara Viet-Cong dukungan Uni Sovyet, serta musuh dari dalam yaitu pers amerika sendiri. Pers Amerika tak henti2 mengkritik kebijakan pemerintah Amerika yang menghamburkan dana selama perang Vietnam, dan hal ini belakangan ikut mempengaruhi opini rakyat amerika. Keadaan makin diperparah lagi dengan jatuhnya korban di pihak sipil. Pihak sipil terdiri dari para remaja Amerika yang ikut dikirim karena ketepatan menjalani wajib militer. Pers makin nyinyir dan para demonstran menyuarakan agar bantuan pasukan sebaiknya dihentikan.
    Para petinggi militer Amerika juga belakangan mengakui telah membuat kekeliruan. Pasukan Amerika terlalu sungkan. Mereka membatasi diri dengan hanya membantu di garis batas dan tidak menerobos langsung ke jantung pertahanan komunis di Vietnam Utara. Hal ini disebabkan mereka khawatir jika campurtangan yang terlalu jauh nantinya ikut memicu Uni Sovyet terjun ke kancah perang. Jika ini terjadi tentu akan memicu Perang Dunia III.
    Taktik serbu-lari yang dilakukan secara mengejut, maraknya ranjau2 hutan, serta kegigihan gerilyawan Viet-cong benar2 melelahkan pasukan Amerika. Kondisi alam Vietnam yang terdiri dari hutan lebat seperti di Indonesia memang menguntungkan bagi sebuah perang panjang jika di fihak yang kalah senjata. Pasukan Amerika letih secara psikologis. Mereka mengalami pukulan dimana2, termasuk oleh gejolak politik di negeri mereka sendiri.

  4. hanya ada satu kata “BIADAB” negara yang sok ikut campur urusan negara lain …. padahal mereke pengecut … =(

  5. Katanya, Presiden lyndon johnson itu, anggota freemason! dn jga yg merencanakan pembunuhan Presiden John F. Kennedy itu dia! Untuk mengambil kekuasaan Kennedy!
    JADI KESIMPULANNYA, SEMUA PRESIDEN AMERIKA ANGGOTA FREEMASON, TRKECUALI JOHN F. KENNEDY!!!

  6. yang penting amerika kalah dsana…
    alhamdulilah..
    kalo bsa kalah aja di Irak, dll..
    amiin

  7. foto diatas sudah cukup untuk membuktikan kebengisan amrik……….

    masyaallah….

    kata orang jawa “koq jek onok umat sing koyo’ ngunu”(kok masih ada umat yang seperti itu)…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s