Amerika dan Satanisme! (Part1)


Pernah kalian membayangkan jika pemimpin Negara, CEO, pembuat kebijakan pemerintah adalah penyembah setan? Ada begitu banyak pemimpin tertinggi Amerika adalah penyembah setan, dan bersedia menjadi pelayannya.

Mereka dikontrol oleh setan melalui Occult (Okultisme). Komunitas tersembunyi yang tidak pernah di ekspose, yang pada intinya merupakan bagian dari penyembahan ini.

Illuminati, New World Order, Mason, Bohemian Club adalah bagian dari kelompok penyembah setan. Sebuah ritual pagan yang sangat megah dibuat di Bohemian Grove, Cremation of Care Ceremony (mengorbankan seorang anak dengan cara di bakar hidup-hidup), di lakukan secara rutin tiap tahunnya dihadiri oleh Presiden Bush, Bill Clinton, Richard Nixon, Jimmy Carter, Colling Power, Hendry Kissinger dan banyak pemimpin terkenal lainnya. Pada upacara ini, mereka menyembah sebuah patung burung hantu (owl) raksasa setinggi 40kaki, dan mengorbankan manusia dialtarnya. Ini adalah Satanism! David Rockefeller juga adalah anggota bohemian club (bohemian grove-tempat pertemuan; bohemian club-nama kelompok mereka). Arnold Schwarzenegger juga menghadiri pertemuan-pertemuan ini.

  • Sekilas Mengenai Bohemian Grove

Ronald Reagan, Glenn T. Seaborg dan Richard Nixon di Bohemian Grove

1. dibentuk tahun 1872 oleh 5 orang amerika. Club ini terletak 75mil di luar San Fransisco.

2. Grove ini memiliki luas tanah 2700 acres.

3. Motto: “Weaving dealing spiders come not here”, diambil dari salah satu ungkapan Shakespeare yang berarti, tinggalkan ‘dirty business’mu di luar – jangan bawa kedalam.

4. ada sekitar 1.500 VIP waiting list yang siap membayar $2500 untuk “initiation fee” ditambah iuran tahunan $600. – memang untuk menjadi anggota Bohemian Club anda ‘hanya’ perlu membayar sekitar $3100 untuk tahun pertama, namun kesempatan untuk menjadi anggota ini sangatlah langka. Hanya orang terpercaya yang dapat menjadi anggota Bohemin Grove, seorang member yang berdedikasi selama 40lebih dapat memberi referensi untuk satu anggota baru. (keluarga Bush – adalah generasi ke 3 yang menjadi anggota)

5. Grove ini dipenuhi dengan sangat banyak patung pagan dengan pusat sebuah patung burung hantu yang juga di sebut ”Moloch”
Pada hari sabtu pertama di perkemahan, sebuah ritual yang di sebut Cremation of Care di laksanakan sebelum makan malam. Ritual dimulai dengan diiringi oleh suatu kelompok pria berjubah merah dengan tutup kepala, beberapa orang menyayikan lagu-lagu penguburan sementara beberapa orang yang laen membawa obor. Juga membawa sebuah peti terbuka berisi tubuh yang di tutup dengan kain tipis dan kayu. Menurut G. William Domhoff penulis The Bohemian Grove and Other Retreats. ritual ini memberi symbol bagi semua minat dan penderitaan yang harus ditanggung dalam hidup sehari-hari, sehingga ini perlu di bakar.
Mary Moore seorang aktifis dari Sonoma Country yang menemukan jaringan Bohemian Grove, yang juga salah seorang yang mengorganisir massa melakuka demonstrasi di luar grove sejak 1980, memuat dalam sebuah website, memuat daftar panjang dan lengkap dari semua pidato-pidato yang diberikan oleh figur-figur penting selama bertahun-tahun termasuk diantarnya pidato Dick Cheney pada tahun 1991 ”Defense Problems of the 21st Century”.

 

Known Members of Bohemian Grove

 

  • Both George Bushes
  • Ronald Reagan
  • Henry Kissinger
  • Richard Nixon
  • Casper Weinberger
  • Dick Cheney
  • Malcom Forbes
  • Colin Powell
  • Helmut Schmidt
  • Stephen Bechtel (Bechtel Corp.)
  • James Baker
  • Jerry Cole
  • David Rockefeller
  • Newt Gingrich
  • Tom Johnson (President of CNN and former publisher of LA Times.)
  • William Randolph Hearst Jr.
  • Jack Howard
  • Charles Scripps (Of the Scripps-Howard Newspaper publishers)
  • Walter Cronkite (On the CBS board of management)

Dan juga CEO-CEO terkemukan, pemimpin bisnis, kebanyakan dari mereka bersifat konserfatif dari California, dan 99% berkulit putih

Bohemian Club (BC) adalah sebuah organisasi bagi orang terkenal dan kaya yang dilangsungkan selama 2 minggu setiap tahunnya. Kelompok rahasia ini, yang tidak mendapat perhatian wartawan, mempunyai patung burung hantu setinggi 40kaki sebagai pusat symbol. Setiap tahunnya, diperkirakan sekitar 1.500 orang menghadiri pertemuan ini. Mereka adalah CEO berpengaruh di dunia, orang-orang pemerintah, finance, industri, dan penguasa media berkumpul untuk mendengarkan pidato, propaganda, jaringan, dan saling membagi agenda. Mereka juga mengadakan upacara Druid-like depan patung, lengkap dengan pakaian, api, mantera dan ritual-ritual lainnya.

Untuk membantu kita melihat. Coba perhatikan apa yang terdapat pada uang $1 ini

Ya.. anda benar! Itu adalah image owl (burung hantu) yang bersembunyi di lembaran $1. Tapi mengapa burung hantu digunakan sebagai symbol – itu kan hanya burung aja, tiap Negara juga memilik burung nasional yang digunakan pada bendera atau lambang Negara.
Dewi iblis Lilith dilambangkan dalam sejarah sebagai burung hantu.
Burung hantu adalah burung yang aktif pada malam hari, menangkap mangsanya dengan cakarnya yang kuat. Burung hantu sendiri juga diasosiasikan dengan kebijaksanaan, buku (menjadi lambang wartawan di amerika), pengetahuan akan occult, shamanisme dan bulan juga sering menjadi rujukan. Burung hantu memiliki ekor pendek, dan tak terdengar bila terbang, seperti pesawat stealth . burung hantu sepertinya ingin tahu akan segala sesuatu tapi mereka akan menunggu dengan tenang hingga waktunya tepat untuk mencapai tujuan mereka (menangkap atau mengalahkan mangsa mereka). Perhatian kita kan dewi Lilith akan menyingkap rahasia dibalik burung hantu Bohemian Grove.

Beberapa mantra digunakan untuk menyembah Lilith dan secara specific berhubungan dengan Aracana. Dua organisasi yang menggunakan Lilith adalah Ordo Antichristianus Illuminati dan Order of Phosphorus. penulis Joshua Seraphim menulis tiga makalah mengenai Lilith dalam tulisan-tulisannya yang berjudul ”Rite of Lilith”, ”Confessionis ex Lilitu dan ”Lamentations of Lilith”.

Lilith muncul sebagai succubus dalam karya Aleister Crowley (foto atas) De Arte Magica. Lilith juga adalah salah satu nama dari anak pertama Crowley yaitu [i]Ma Ahathoor Hecate Sappho Jezebel Lilith Crowley. Yang juga sering di perkenalkan sebagai babilon dalam tulisan Thelemic.
Dalam sebuah upacara Thelemic, berdasarkan tata upacara jerman kuno, mereka mempersembahkan apa yang di sebut Invocation of Lilith (peringatan: artikel mengandung cara mengeluarkan setan). Dalam tata cara ini, Lilith sangat dihubungkan dengan Burung Hantu.

Lilith dalam mitologi kafir adalah istri pertama Adam. Dia sebagaimana Adam, diciptakan dari tanah. Dalam mitology kafir kuno, Hawa adalah ciptaan setelah Lilith yang diciptakan dari tulang rusuk Adam ketika ia sedang tertidur. Anomaly yang aneh karena setan mau membawa pikirin kita bahwa telah ada wanita pertama yang diciptakan sebelum Hawa.
Dalam legenda semitic, Lilith digambarkan memiliki kebiasaan untuk mengigit Adam dan meminum darahnya. Ia menolak untuk mematuhi Adam dan ingin untuk memiliki kuasa yang lebih. Dan puncak dari kekesalannya, Lilith menghujat Allah, dan kemudian terbang dan di buang ke padang pasir menjadi tempat tinggalnya. Lilith juga digambarkan sebagai ular bersayap dan burung hantu, yang membunuh bayi, dan juga menyiksa laki-laki yang tidur sendirian pada malam hari – asal dari seccubus.
Dalam mitologi modern, Lilith telah menjadi sebuah symbol dari feminisme wanita-wanita independent, yang menolak berada di bawah pengaruh pria. Dia bukan hanya sebuah symbol kekuasan wanita tapi juga symbol utama dari nafsu dalam wujud wanita. Dia juga merupakan symbol dari kematian. sumber

Apakah sempat terbaca oleh anda.. ”Lilith digambarkan sebagai ular bersayap atau juga suara burung hantu yang MEMBUNUH BAYI’

Pemimpin Ritual Bohemian Grove Sedang mengorbankan Manusia di Iringi Teriakan Kasakitan Melalui Pengeras Suara Agar Dapat Didengar Oleh Semua Yang Hadir

 

Tahun 2006 sebuah karya occult oleh Donald Tyson (salah satu yang terlibat dalam upacara), yang berjudul Liber Lilith memberikan detail mengenai rahasia kosmologi dari ’Mother Of Harlots’ dan ’Spawn of all nightbreed monster Lilith. buku ini diselamatkan dari perpustakaan Dr. Dee di Mortlake pada tahun 1580an.
Sebaimana LIlith adalah dewi iblis Bohemian Grove, demikian juga dengan Baphomet(anak dari Lucifer dan Lilith) dewa iblis bagi Freemansory.
Dapatkah anda melihat bagaimana Freemansory dan Bohemian Grove saling berhubungan?
Dalam dunia modern Luciferianisme, Lilith lebih dianggap sebagai pendamping Lucifer yang diperkenalkan dalam figure babilon. Lilith diciptakan dari Lumpur dan debu, yang juga dikenal dengan nama Queen of Sucubi. Ketika Lilith dan Lucifer kimpoi, ia melahirkan seorang anak androgynous (memilik karakter pria dan wanita/hemaprodit) yang di panggil “Baphomet” atau juga “Goat of Mendes”. Juga dikenal dalam kalangan Luciferianism sebagai ”God of Witches”. sumber

Bohemian Grove berakar pada Luciferianism !!

Tulisan Michael Ford, ”The Foundation of the Luciferian Path” berpendapat bahwa Lilith membentuk Luciferian Trinity, berisi Lilith, Samael , dan Kain. Lilith disebut sebagai ibu sesungguhnya dari Kain bukannya melalui Hawa tapi melalu Lilith. Lilith disini dikenal sebagai dewi penyihir, pemegang dark feminime, dan juga dikenal sebagai dewi Hecate . sumber

Sepertinya hecate mirip dengan:

138 thoughts on “Amerika dan Satanisme! (Part1)

  1. Pingback: Makalah Gratis » Makalah Narkoba Dan Terrorisme Algerie

  2. apapun agamanya entah itu islam,kristen,katolik,hindu,budha pada intinya sama mengajarkan sesuatu yg baik,istilahnya pedoman kalo gak ada agama mana tau itu baik atau buruk..bisa jadi pemerkosaan atau pembunuhan hal yang wajar..jadi orang tidak bisa dijadikan landasan agama,bukan karna orang itu islam atau kristen terus ngebunuh orang jadi islam atau kristen itu agama yang buruk, justru “selalu agamalah yang dijadikan motif untuk mengeruk keuntungan pribadi,bisa bentuk dukungan,partisipasi,power,uang” dan mhon seseorang yg intelektual dapat membaca “adanya” sesuatu di balik sebuah peristiwa. jika kita terus2an saling olok kapan kita harus berdamai?kalau bukan memulai dari hal yang kecil “diri kita”siapa lagi yg dapat memutus rantai ini?apakah menjamin sesuatu yang sama semua itu adalah yang paling baik dan nantinya akan membaik,misal d dunia ini laut semua apa baik,semuanya daratan,semuanya. Justru bila sama semua godaan dari setan lebih mudah,karena dengan hanya mengontrol satu pemimpin maka semuanya akan terpengaruh.semakin satu power terpusat pada satu titik maka tinggal tekan tombol bom semua akan habis. berbeda itu baik,karena saling mengkoreksi,baik islam atau kristen akan saling mengkoreksi tetapi tidak boleh menjatuhkan apalagi menjelekkan.lebih baik kita melihat diri sendiri apakah kita sudah benar menjalani agama kita. saya beranggapan bahwa dengan menulis statement itu berarti anda sudah yakin anda penguni surga dan segala aktivitas yang anda lakukan sehari2 telah lepas dari perbuatan dosa. Terima kasih.

  3. Aksi tipu tipu pemyembah abah brewok

    1. Terrorisme
    Jika disinggung mengenai terrorisme, muslim yang cerdas dan tahu sejarah mungkin cuma tertawa, karena dia tahu jika ditilik dari sejarahnya kristenlah yang paling banyak membunuh manusia atas nama agama. Tapi belakangan orang kristen membanding2kan kejahatanya di masa lampau dengan kejahatan orang islam di masa lalu juga, lucunya, kejahatan2 islam di jaman dulu yang mereka sebut2 itu sebagian besar tidak ada motif agama, latar belakang agama, atau berhubungan dengan hal2 religius. Yang ada hanya kejahatan pihak sekuler. Ini jelas menunjukan betapa TOLOL mereka itu. Ada pula yang menyinggung2 tentang penjajahan dinasti ottoman, mana latar belakang agamanya?, lagipula kalau jajah menjajah juga padahal penyembah monyet berewoklah yang paling GAHAR, coba lihat negara2 asia dan afrika, siapa yang jajah?, termasuk negara kita, nenek moyang kita hidup menderita ratusan tahun dijajah siapa?, budak2 yang dipekerjakan paksa di perkebunan, tambang, dipekejakan paksa utk membangun jalan sampe mati kelaparan biangnya siapa?. Ada juga yang menyinggung soal penjajahan islam atas spanyol, orang2 kristen ini jelas ilmu sejarahnya cetek. Jelas2 selama islam berkuasa di spanyol tidak ada masalah, justru yang biadab itu orang kristen lewat penyiksaan, pembantaian dan inquisition-nya, malah berkebalikan. Justru suasana lebih damai di bawah islam, eropa juga diperkenalkan kembali dengan literatur2 scientist top jaman eropa pagan, yang kemudian membawa mereka ke zaman renaissance, dan lepas dari kungkungan agama yang membuat peradaban mereka terbelakang dibanding peradaban china dan timur tengah. Jadi kalau ada orkris ngomong2 masalah terrorisme dll. dll. ingat itu , LEBIH BANYAK ORANG MATI ATAS NAMA AGAMA KRISTEN.

    Bukti:

    Listed are only events that solely occurred on command of church authorities or were committed in the name of Christianity. (List incomplete)

    Ancient Pagans

    As soon as Christianity was legal (315), more and more pagan temples were destroyed by Christian mob. Pagan priests were killed.
    Between 315 and 6th century thousands of pagan believers were slain.
    Examples of destroyed Temples: the Sanctuary of Aesculap in Aegaea, the Temple of Aphrodite in Golgatha, Aphaka in Lebanon, the Heliopolis.
    Christian priests such as Mark of Arethusa or Cyrill of Heliopolis were famous as “temple destroyer.” [DA468]
    Pagan services became punishable by death in 356. [DA468]
    Christian Emperor Theodosius (408-450) even had children executed, because they had been playing with remains of pagan statues. [DA469]
    According to Christian chroniclers he “followed meticulously all Christian teachings…”
    In 6th century pagans were declared void of all rights.
    In the early fourth century the philosopher Sopatros was executed on demand of Christian authorities. [DA466]
    The world famous female philosopher Hypatia of Alexandria was torn to pieces with glass fragments by a hysterical Christian mob led by a Christian minister named Peter, in a church, in 415.
    [DO19-25]
    Mission

    Emperor Karl (Charlemagne) in 782 had 4500 Saxons, unwilling to convert to Christianity, beheaded. [DO30]
    Peasants of Steding (Germany) unwilling to pay suffocating church taxes: between 5,000 and 11,000 men, women and children slain 5/27/1234 near Altenesch/Germany. [WW223]
    Battle of Belgrad 1456: 80,000 Turks slaughtered. [DO235]
    15th century Poland: 1019 churches and 17987 villages plundered by Knights of the Order. Victims unknown. [DO30]
    16th and 17th century Ireland. English troops “pacified and civilized” Ireland, where only Gaelic “wild Irish”, “unreasonable beasts lived without any knowledge of God or good manners, in common of their goods, cattle, women, children and every other thing.” One of the more successful soldiers, a certain Humphrey Gilbert, half-brother of Sir Walter Raleigh, ordered that “the heddes of all those (of what sort soever thei were) which were killed in the daie, should be cutte off from their bodies… and should bee laied on the ground by eche side of the waie”, which effort to civilize the Irish indeed caused “greate terrour to the people when thei sawe the heddes of their dedde fathers, brothers, children, kinsfolke, and freinds on the grounde”.
    Tens of thousands of Gaelic Irish fell victim to the carnage. [SH99, 225]
    Crusades (1095-1291)

    First Crusade: 1095 on command of pope Urban II. [WW11-41]
    Semlin/Hungary 6/24/96 thousands slain. Wieselburg/Hungary 6/12/96 thousands. [WW23]
    9/9/96-9/26/96 Nikaia, Xerigordon (then turkish), thousands respectively. [WW25-27]
    Until Jan 1098 a total of 40 capital cities and 200 castles conquered (number of slain unknown) [WW30]
    after 6/3/98 Antiochia (then turkish) conquered, between 10,000 and 60,000 slain. 6/28/98 100,000 Turks (incl. women & children) killed. [WW32-35]
    Here the Christians “did no other harm to the women found in [the enemy’s] tents—save that they ran their lances through their bellies,” according to Christian chronicler Fulcher of Chartres. [EC60]
    Marra (Maraat an-numan) 12/11/98 thousands killed. Because of the subsequent famine “the already stinking corpses of the enemies were eaten by the Christians” said chronicler Albert Aquensis. [WW36]
    Jerusalem conquered 7/15/1099 more than 60,000 victims (jewish, muslim, men, women, children). [WW37-40]
    (In the words of one witness: “there [in front of Solomon’s temple] was such a carnage that our people were wading ankle-deep in the blood of our foes”, and after that “happily and crying for joy our people marched to our Saviour’s tomb, to honour it and to pay off our debt of gratitude”)
    The Archbishop of Tyre, eye-witness, wrote: “It was impossible to look upon the vast numbers of the slain without horror; everywhere lay fragments of human bodies, and the very ground was covered with the blood of the slain. It was not alone the spectacle of headless bodies and mutilated limbs strewn in all directions that roused the horror of all who looked upon them. Still more dreadful was it to gaze upon the victors themselves, dripping with blood from head to foot, an ominous sight which brought terror to all who met them. It is reported that within the Temple enclosure alone about ten thousand infidels perished.” [TG79]
    Christian chronicler Eckehard of Aura noted that “even the following summer in all of palestine the air was polluted by the stench of decomposition”. One million victims of the first crusade alone. [WW41]
    Battle of Askalon, 8/12/1099. 200,000 heathens slaughtered “in the name of Our Lord Jesus Christ”. [WW45]
    Fourth crusade: 4/12/1204 Constantinople sacked, number of victims unknown, numerous thousands, many of them Christian. [WW141-148]
    Rest of Crusades in less detail: until the fall of Akkon 1291 probably 20 million victims (in the Holy land and Arab/Turkish areas alone). [WW224]
    Note: All figures according to contemporary (Christian) chroniclers.

    Heretics

    Already in 385 C.E. the first Christians, the Spanish Priscillianus and six followers, were beheaded for heresy in Trier/Germany [DO26]
    Manichaean heresy: a crypto-Christian sect decent enough to practice birth control (and thus not as irresponsible as faithful Catholics) was exterminated in huge campaigns all over the Roman empire between 372 C.E. and 444 C.E. Numerous thousands of victims. [NC]
    Albigensians: the first Crusade intended to slay other Christians. [DO29]
    The Albigensians…viewed themselves as good Christians, but would not accept roman Catholic rule, and taxes, and prohibition of birth control. [NC]
    Begin of violence: on command of pope Innocent III (greatest single pre-nazi mass murderer) in 1209. Bezirs (today France) 7/22/1209 destroyed, all the inhabitants were slaughtered. Victims (including Catholics refusing to turn over their heretic neighbours and friends) 20,000-70,000. [WW179-181]
    Carcassonne 8/15/1209, thousands slain. Other cities followed. [WW181]
    subsequent 20 years of war until nearly all Cathars (probably half the population of the Languedoc, today southern France) were exterminated. [WW183]
    After the war ended (1229) the Inquisition was founded 1232 to search and destroy surviving/hiding heretics. Last Cathars burned at the stake 1324. [WW183]
    Estimated one million victims (cathar heresy alone), [WW183]
    Other heresies: Waldensians, Paulikians, Runcarians, Josephites, and many others. Most of these sects exterminated, (I believe some Waldensians live today, yet they had to endure 600 years of persecution) I estimate at least hundred thousand victims (including the Spanish inquisition but excluding victims in the New World).
    Spanish Inquisitor Torquemada alone allegedly responsible for 10,220 burnings. [DO28]
    John Huss, a critic of papal infallibility and indulgences, was burned at the stake in 1415. [LI475-522]
    University professor B.Hubmaier burned at the stake 1538 in Vienna. [DO59]
    Giordano Bruno, Dominican monk, after having been incarcerated for seven years, was burned at the stake for heresy on the Campo dei Fiori (Rome) on 2/17/1600.
    Witches

    from the beginning of Christianity to 1484 probably more than several thousand.
    in the era of witch hunting (1484-1750) according to modern scholars several hundred thousand (about 80% female) burned at the stake or hanged. [WV]
    incomplete list of documented cases:
    The Burning of Witches – A Chronicle of the Burning Times
    Religious Wars

    15th century: Crusades against Hussites, thousands slain. [DO30]
    1538 pope Paul III declared Crusade against apostate England and all English as slaves of Church (fortunately had not power to go into action). [DO31]
    1568 Spanish Inquisition Tribunal ordered extermination of 3 million rebels in (then Spanish) Netherlands. Thousands were actually slain. [DO31]
    1572 In France about 20,000 Huguenots were killed on command of pope Pius V. Until 17th century 200,000 flee. [DO31]
    17th century: Catholics slay Gaspard de Coligny, a Protestant leader. After murdering him, the Catholic mob mutilated his body, “cutting off his head, his hands, and his genitals… and then dumped him into the river […but] then, deciding that it was not worthy of being food for the fish, they hauled it out again [… and] dragged what was left … to the gallows of Montfaulcon, ‘to be meat and carrion for maggots and crows’.” [SH191]
    17th century: Catholics sack the city of Magdeburg/Germany: roughly 30,000 Protestants were slain. “In a single church fifty women were found beheaded,” reported poet Friedrich Schiller, “and infants still sucking the breasts of their lifeless mothers.” [SH191]
    17th century 30 years’ war (Catholic vs. Protestant): at least 40% of population decimated, mostly in Germany. [DO31-32]
    Jews

    Already in the 4th and 5th centuries synagogues were burned by Christians. Number of Jews slain unknown.
    In the middle of the fourth century the first synagogue was destroyed on command of bishop Innocentius of Dertona in Northern Italy. The first synagogue known to have been burned down was near the river Euphrat, on command of the bishop of Kallinikon in the year 388. [DA450]
    17. Council of Toledo 694: Jews were enslaved, their property confiscated, and their children forcibly baptized. [DA454]
    The Bishop of Limoges (France) in 1010 had the cities’ Jews, who would not convert to Christianity, expelled or killed. [DA453]
    First Crusade: Thousands of Jews slaughtered 1096, maybe 12.000 total. Places: Worms 5/18/1096, Mainz 5/27/1096 (1100 persons), Cologne, Neuss, Altenahr, Wevelinghoven, Xanten, Moers, Dortmund, Kerpen, Trier, Metz, Regensburg, Prag and others (All locations Germany except Metz/France, Prag/Czech) [EJ]
    Second Crusade: 1147. Several hundred Jews were slain in Ham, Sully, Carentan, and Rameru (all locations in France). [WW57]
    Third Crusade: English Jewish communities sacked 1189/90. [DO40]
    Fulda/Germany 1235: 34 Jewish men and women slain. [DO41]
    1257, 1267: Jewish communities of London, Canterbury, Northampton, Lincoln, Cambridge, and others exterminated. [DO41]
    1290 in Bohemian (Poland) allegedly 10,000 Jews killed. [DO41]
    1337 Starting in Deggendorf/Germany a Jew-killing craze reaches 51 towns in Bavaria, Austria, Poland. [DO41]
    1348 All Jews of Basel/Switzerland and Strasbourg/France (two thousand) burned. [DO41]
    1349 In more than 350 towns in Germany all Jews murdered, mostly burned alive (in this one year more Jews were killed than Christians in 200 years of ancient Roman persecution of Christians). [DO42]
    1389 In Prag 3,000 Jews were slaughtered. [DO42]
    1391 Seville’s Jews killed (Archbishop Martinez leading). 4,000 were slain, 25,000 sold as slaves. [DA454] Their identification was made easy by the brightly colored “badges of shame” that all jews above the age of ten had been forced to wear.
    1492: In the year Columbus set sail to conquer a New World, more than 150,000 Jews were expelled from Spain, many died on their way: 6/30/1492. [MM470-476]
    1648 Chmielnitzki massacres: In Poland about 200,000 Jews were slain. [DO43]
    (I feel sick …) this goes on and on, century after century, right into the kilns of Auschwitz.

    Native Peoples

    Beginning with Columbus (a former slave trader and would-be Holy Crusader) the conquest of the New World began, as usual understood as a means to propagate Christianity.
    Within hours of landfall on the first inhabited island he encountered in the Caribbean, Columbus seized and carried off six native people who, he said, “ought to be good servants … [and] would easily be made Christians, because it seemed to me that they belonged to no religion.” [SH200]
    While Columbus described the Indians as “idolators” and “slaves, as many as [the Crown] shall order,” his pal Michele de Cuneo, Italian nobleman, referred to the natives as “beasts” because “they eat when they are hungry,” and made love “openly whenever they feel like it.” [SH204-205]
    On every island he set foot on, Columbus planted a cross, “making the declarations that are required” – the requerimiento – to claim the ownership for his Catholic patrons in Spain. And “nobody objected.” If the Indians refused or delayed their acceptance (or understanding), the requerimiento continued:
    I certify to you that, with the help of God, we shall powerfully enter in your country and shall make war against you … and shall subject you to the yoke and obedience of the Church … and shall do you all mischief that we can, as to vassals who do not obey and refuse to receive their lord and resist and contradict him.” [SH66]

    Likewise in the words of John Winthrop, first governor of Massachusetts Bay Colony: “justifieinge the undertakeres of the intended Plantation in New England … to carry the Gospell into those parts of the world, … and to raise a Bulworke against the kingdome of the Ante-Christ.” [SH235]
    In average two thirds of the native population were killed by colonist-imported smallpox before violence began. This was a great sign of “the marvelous goodness and providence of God” to the Christians of course, e.g. the Governor of the Massachusetts Bay Colony wrote in 1634, as “for the natives, they are near all dead of the smallpox, so as the Lord hath cleared our title to what we possess.” [SH109,238]
    On Hispaniola alone, on Columbus visits, the native population (Arawak), a rather harmless and happy people living on an island of abundant natural resources, a literal paradise, soon mourned 50,000 dead. [SH204]
    The surviving Indians fell victim to rape, murder, enslavement and spanish raids.
    As one of the culprits wrote: “So many Indians died that they could not be counted, all through the land the Indians lay dead everywhere. The stench was very great and pestiferous.” [SH69]
    The indian chief Hatuey fled with his people but was captured and burned alive. As “they were tying him to the stake a Franciscan friar urged him to take Jesus to his heart so that his soul might go to heaven, rather than descend into hell. Hatuey replied that if heaven was where the Christians went, he would rather go to hell.” [SH70]
    What happened to his people was described by an eyewitness:
    “The Spaniards found pleasure in inventing all kinds of odd cruelties … They built a long gibbet, long enough for the toes to touch the ground to prevent strangling, and hanged thirteen [natives] at a time in honor of Christ Our Saviour and the twelve Apostles… then, straw was wrapped around their torn bodies and they were burned alive.” [SH72]
    Or, on another occasion:
    “The Spaniards cut off the arm of one, the leg or hip of another, and from some their heads at one stroke, like butchers cutting up beef and mutton for market. Six hundred, including the cacique, were thus slain like brute beasts…Vasco [de Balboa] ordered forty of them to be torn to pieces by dogs.” [SH83]
    The “island’s population of about eight million people at the time of Columbus’s arrival in 1492 already had declined by a third to a half before the year 1496 was out.” Eventually all the island’s natives were exterminated, so the Spaniards were “forced” to import slaves from other caribbean islands, who soon suffered the same fate. Thus “the Caribbean’s millions of native people [were] thereby effectively liquidated in barely a quarter of a century”. [SH72-73] “In less than the normal lifetime of a single human being, an entire culture of millions of people, thousands of years resident in their homeland, had been exterminated.” [SH75]
    “And then the Spanish turned their attention to the mainland of Mexico and Central America. The slaughter had barely begun. The exquisite city of Tenochtitln [Mexico city] was next.” [SH75]
    Cortez, Pizarro, De Soto and hundreds of other spanish conquistadors likewise sacked southern and mesoamerican civilizations in the name of Christ (De Soto also sacked Florida).
    “When the 16th century ended, some 200,000 Spaniards had moved to the Americas. By that time probably more than 60,000,000 natives were dead.” [SH95]
    Of course no different were the founders of what today is the US of Amerikkka.

    Although none of the settlers would have survived winter without native help, they soon set out to expel and exterminate the Indians. Warfare among (north American) Indians was rather harmless, in comparison to European standards, and was meant to avenge insults rather than conquer land. In the words of some of the pilgrim fathers: “Their Warres are farre less bloudy…”, so that there usually was “no great slawter of nether side”. Indeed, “they might fight seven yeares and not kill seven men.” What is more, the Indians usually spared women and children. [SH111]
    In the spring of 1612 some English colonists found life among the (generally friendly and generous) natives attractive enough to leave Jamestown – “being idell … did runne away unto the Indyans,” – to live among them (that probably solved a sex problem).
    “Governor Thomas Dale had them hunted down and executed: ‘Some he apointed (sic) to be hanged Some burned Some to be broken upon wheles, others to be staked and some shott to deathe’.” [SH105] Of course these elegant measures were restricted for fellow englishmen: “This was the treatment for those who wished to act like Indians. For those who had no choice in the matter, because they were the native people of Virginia” methods were different: “when an Indian was accused by an Englishman of stealing a cup and failing to return it, the English response was to attack the natives in force, burning the entire community” down. [SH105]
    On the territory that is now Massachusetts the founding fathers of the colonies were committing genocide, in what has become known as the “Peqout War”. The killers were New England Puritan Christians, refugees from persecution in their own home country England.
    When however, a dead colonist was found, apparently killed by Narragansett Indians, the Puritan colonists wanted revenge. Despite the Indian chief’s pledge they attacked.
    Somehow they seem to have lost the idea of what they were after, because when they were greeted by Pequot Indians (long-time foes of the Narragansetts) the troops nevertheless made war on the Pequots and burned their villages.
    The puritan commander-in-charge John Mason after one massacre wrote: “And indeed such a dreadful Terror did the Almighty let fall upon their Spirits, that they would fly from us and run into the very Flames, where many of them perished … God was above them, who laughed his Enemies and the Enemies of his People to Scorn, making them as a fiery Oven … Thus did the Lord judge among the Heathen, filling the Place with dead Bodies”: men, women, children. [SH113-114]
    So “the Lord was pleased to smite our Enemies in the hinder Parts, and to give us their land for an inheritance”. [SH111].
    Because of his readers’ assumed knowledge of Deuteronomy, there was no need for Mason to quote the words that immediately follow:
    “Thou shalt save alive nothing that breatheth. But thou shalt utterly destroy them…” (Deut 20)
    Mason’s comrade Underhill recalled how “great and doleful was the bloody sight to the view of the young soldiers” yet reassured his readers that “sometimes the Scripture declareth women and children must perish with their parents”. [SH114]
    Other Indians were killed in successful plots of poisoning. The colonists even had dogs especially trained to kill Indians and to devour children from their mothers breasts, in the colonists’ own words: “blood Hounds to draw after them, and Mastives to seaze them.” (This was inspired by spanish methods of the time)
    In this way they continued until the extermination of the Pequots was near. [SH107-119]
    The surviving handful of Indians “were parceled out to live in servitude. John Endicott and his pastor wrote to the governor asking for ‘a share’ of the captives, specifically ‘a young woman or girle and a boy if you thinke good’.” [SH115]
    Other tribes were to follow the same path.
    Comment the Christian exterminators: “God’s Will, which will at last give us cause to say: How Great is His Goodness! and How Great is his Beauty!”
    “Thus doth the Lord Jesus make them to bow before him, and to lick the Dust!” [TA]
    Like today, lying was OK to Christians then. “Peace treaties were signed with every intention to violate them: when the Indians ‘grow secure uppon (sic) the treatie’, advised the Council of State in Virginia, ‘we shall have the better Advantage both to surprise them, & cutt downe theire Corne’.” [SH106]
    In 1624 sixty heavily armed Englishmen cut down 800 defenseless Indian men, women and children. [SH107]
    In a single massacre in “King Philip’s War” of 1675 and 1676 some “600 Indians were destroyed. A delighted Cotton Mather, revered pastor of the Second Church in Boston, later referred to the slaughter as a ‘barbeque’.” [SH115]
    To summarize: Before the arrival of the English, the western Abenaki people in New Hampshire and Vermont had numbered 12,000. Less than half a century later about 250 remained alive – a destruction rate of 98%. The Pocumtuck people had numbered more than 18,000, fifty years later they were down to 920 – 95% destroyed. The Quiripi-Unquachog people had numbered about 30,000, fifty years later they were down to 1500 – 95% destroyed. The Massachusetts people had numbered at least 44,000, fifty years later barely 6000 were alive – 81% destroyed. [SH118] These are only a few examples of the multitude of tribes living before Christian colonists set their foot on the New World. All this was before the smallpox epidemics of 1677 and 1678 had occurred. And the carnage was not over then.
    All the above was only the beginning of the European colonization, it was before the frontier age actually had begun.
    A total of maybe more than 150 million Indians (of both Americas) were destroyed in the period of 1500 to 1900, as an average two thirds by smallpox and other epidemics, that leaves some 50 million killed directly by violence, bad treatment and slavery.
    In many countries, such as Brazil, and Guatemala, this continues even today.
    More Glorious events in US history

    Reverend Solomon Stoddard, one of New England’s most esteemed religious leaders, in “1703 formally proposed to the Massachusetts Governor that the colonists be given the financial wherewithal to purchase and train large packs of dogs ‘to hunt Indians as they do bears’.” [SH241]
    Massacre of Sand Creek, Colorado 11/29/1864. Colonel John Chivington, a former Methodist minister and still elder in the church (“I long to be wading in gore”) had a Cheyenne village of about 600, mostly women and children, gunned down despite the chiefs’ waving with a white flag: 400-500 killed.
    From an eye-witness account: “There were some thirty or forty squaws collected in a hole for protection; they sent out a little girl about six years old with a white flag on a stick; she had not proceeded but a few steps when she was shot and killed. All the squaws in that hole were afterwards killed …” [SH131]
    More gory details.
    By the 1860s, “in Hawai’i the Reverend Rufus Anderson surveyed the carnage that by then had reduced those islands’ native population by 90 percent or more, and he declined to see it as tragedy; the expected total die-off of the Hawaiian population was only natural, this missionary said, somewhat equivalent to ‘the amputation of diseased members of the body’.” [SH244]
    20th Century Church Atrocities

    Catholic extermination camps
    Surpisingly few know that Nazi extermination camps in World War II were by no means the only ones in Europe at the time. In the years 1942-1943 also in Croatia existed numerous extermination camps, run by Catholic Ustasha under their dictator Ante Paveli, a practising Catholic and regular visitor to the then pope. There were even concentration camps exclusively for children!

    In these camps – the most notorious was Jasenovac, headed by a Franciscan friar – orthodox-Christian serbians (and a substantial number of Jews) were murdered. Like the Nazis the Catholic Ustasha burned their victims in kilns, alive (the Nazis were decent enough to have their victims gassed first). But most of the victims were simply stabbed, slain or shot to death, the number of them being estimated between 300,000 and 600,000, in a rather tiny country. Many of the killers were Franciscan friars. The atrocities were appalling enough to induce bystanders of the Nazi “Sicherheitsdient der SS”, watching, to complain about them to Hitler (who did not listen). The pope knew about these events and did nothing to prevent them. [MV]
    Catholic terror in Vietnam
    In 1954 Vietnamese freedom fighters – the Viet Minh – had finally defeated the French colonial government in North Vietnam, which by then had been supported by U.S. funds amounting to more than $2 billion. Although the victorious assured religious freedom to all (most non-buddhist Vietnamese were Catholics), due to huge anticommunist propaganda campaigns many Catholics fled to the South. With the help of Catholic lobbies in Washington and Cardinal Spellman, the Vatican’s spokesman in U.S. politics, who later on would call the U.S. forces in Vietnam “Soldiers of Christ”, a scheme was concocted to prevent democratic elections which could have brought the communist Viet Minh to power in the South as well, and the fanatic Catholic Ngo Dinh Diem was made president of South Vietnam. [MW16ff]

    Diem saw to it that U.S. aid, food, technical and general assistance was given to Catholics alone, Buddhist individuals and villages were ignored or had to pay for the food aids which were given to Catholics for free. The only religious denomination to be supported was Roman Catholicism.

    The Vietnamese McCarthyism turned even more vicious than its American counterpart. By 1956 Diem promulgated a presidential order which read:
    “Individuals considered dangerous to the national defense and common security may be confined by executive order, to a concentration camp.”
    Supposedly to fight communism, thousands of buddhist protesters and monks were imprisoned in “detention camps.” Out of protest dozens of buddhist teachers – male and female – and monks poured gasoline over themselves and burned themselves. (Note that Buddhists burned themselves: in comparison Christians tend to burn others). Meanwhile some of the prison camps, which in the meantime were filled with Protestant and even Catholic protesters as well, had turned into no-nonsense death camps. It is estimated that during this period of terror (1955-1960) at least 24,000 were wounded – mostly in street riots – 80,000 people were executed, 275,000 had been detained or tortured, and about 500,000 were sent to concentration or detention camps. [MW76-89].

    To support this kind of government in the next decade thousands of American GI’s lost their life….

    Rwanda Massacres
    In 1994 in the small african country of Rwanda in just a few months several hundred thousand civilians were butchered, apparently a conflict of the Hutu and Tutsi ethnic groups.
    For quite some time I heard only rumours about Catholic clergy actively involved in the 1994 Rwanda massacres. Odd denials of involvement were printed in Catholic church journals, before even anybody had openly accused members of the church.

    Then, 10/10/96, in the newscast of S2 Aktuell, Germany – a station not at all critical to Christianity – the following was stated:

    “Anglican as well as Catholic priests and nuns are suspect of having actively participated in murders. Especially the conduct of a certain Catholic priest has been occupying the public mind in Rwanda’s capital Kigali for months. He was minister of the church of the Holy Family and allegedly murdered Tutsis in the most brutal manner. He is reported to have accompanied marauding Hutu militia with a gun in his cowl. In fact there has been a bloody slaughter of Tutsis seeking shelter in his parish. Even two years after the massacres many Catholics refuse to set foot on the threshold of their church, because to them the participation of a certain part of the clergy in the slaughter is well established. There is almost no church in Rwanda that has not seen refugees – women, children, old – being brutally butchered facing the crucifix.

    According to eyewitnesses clergymen gave away hiding Tutsis and turned them over to the machetes of the Hutu militia.

    In connection with these events again and again two Benedictine nuns are mentioned, both of whom have fled into a Belgian monastery in the meantime to avoid prosecution. According to survivors one of them called the Hutu killers and led them to several thousand people who had sought shelter in her monastery. By force the doomed were driven out of the churchyard and were murdered in the presence of the nun right in front of the gate. The other one is also reported to have directly cooperated with the murderers of the Hutu militia. In her case again witnesses report that she watched the slaughtering of people in cold blood and without showing response. She is even accused of having procured some petrol used by the killers to set on fire and burn their victims alive…” [S2]

    As can be seen from these events, to Christianity the Dark Ages never come to an end….

    Ini semua kejahatan ATAS NAMA KRISTEN. bukan sekedar kejahatan dari pihak sekuler, semua atas instruksi gereja atau atas nama agama kristen.

  4. AGAMA MANA YANG LEBIH BANYAK MEMBUNUH DAN MERUSAK ATAS NAMA
    AGAMA?
    Kita tentu bertanya-tanya,entah mengapa jika
    Kristen yang melakukan aksi kekerasan, stigma
    teroris menjadi kebal bagi mereka. Padahal
    sejarah mencatat bagaimana kekejaman yang
    dilakuakn Kristen bukanlah isapan jempol
    semata, mereka tidak hanya membantai Islam,
    tapi juga Yahudi, kaum Pagan, pelaku bid’ah
    secara keji dan tak beradab. Tulisan ini bukan
    untuk membangkitkan luka,namun bisa jadi
    pelajaran bagi kita untuk meluruskan isu
    seputar terorisme atas nama agama.
    Pembunuhan Kaum Pagan [1]
    Sejak agama Kristen diresmikan pada tahun
    315 M, kuil-kuil kaum Paganmakin banyak
    dihancurkan oleh pengikut Kristen. Pendeta
    kaum pagan pun banyak dibunuh. Antara tahun
    315 dan abad ke-6, ribuan orang penyembah
    berhala disembelih. Dan itu semua dilakukan
    atas nama misi Gereja.
    Melaksanakan ritual ibadah pagan menjadi
    sangat berbahaya bagi pelakunya dan
    terancam hukuman mati, inisudah terjadi mulai
    tahun 356 Masehi. Kaisar Kristen Theodosius
    (408-450M) bahkan membunuh anak-anaknya
    sendiri karena mereka bermain-main dengan
    patung-patung pagan. Menurut penulis
    Christian Chronicles, kaisar yang melakukan hal
    tersebut didasari akan kepatuhan terhadap
    seluruh ajaran Kristen.
    Akhirnya, pada abad ke 6 seluruh hak hidup
    para penganut Pagan dinyatakan dicabut.
    Bahkan sebelumnya pada awal abad ke-4,
    filosof Sopratos dihukum mati atas perintah
    penguasa Kristen.
    Selanjutnya di tahun 415 M, Hypatia dari
    Alexandria, seorang filosof wanita yang
    terkenal, diseret kemudian dipotong-potong
    tubuhnya oleh orang-orangKristen Koptik
    radikal yang dipimpin oleh pendeta Peter.
    Hypatia sendiri adalah seorang ilmuwan Yunani
    dari Alexandria Mesir. Hypatia dibunuh karena
    menjadi penyebab kekacauan dalam agama. Ia
    dijuluki sebagai “pembela ilmu pengetahuan
    yang gagah berani melawanagama”. Dan
    beberapa pendapat mengatakan kematiannya
    menandai akhir dari zaman Hellenistik dan
    dimulainya zaman kegelapan(The Dark Ages).
    Pembunuhan Atas Nama MisiGereja
    Selain membunuh secara kejam dan membabi
    buta kaum pagan, Kristen juga melakukan
    terorisme dan kesadisan terhadap mereka-
    mereka yang tidak mau ikut agamanya. Kaisar
    Karl (Charlemagne), misalnya, pada tahun 782
    M tanpa punya nurani memenggal kepala 4500
    orang Saxon, karena mereka tidak mau
    memeluk agama Kristen.
    Kaum tani yang tidak mau membayar
    sumbangan kepada Gereja pun mengalami hal
    serupa. Mereka dijatuhi hukuman mati layaknya
    manusia penuh dosa. Jumlahnya pun tidak
    main-main, antara 5000 sampai 11.000 pria,
    wanita dan anak-anak, dibunuh pada tanggal
    27 Mei 1234 dekat Altenesch (Jerman).
    Lalu pada abad ke 16 dan 17 M, tercatat
    puluhan ribu warga Irlandiadibunuh. Pasukan
    Inggris terjun ke wilayah inisemata-mata demi
    menjinakkan orang-orang Irlandia yang liar.
    Mereka di anggap tidak lebih dari binatang
    yang hidup tanpa mengindahkan hukum-hukum
    Tuhan. Seorang pimpinan tentara Inggris yang
    terkenal kejam adalah Humphrey Gilbert yang
    memerintahkan untuk memenggal kepala
    semua tawanan.
    Pembantaian Dalam Perang Salib
    Belum lagi fakta, di Semlin dan Wieselburg
    (Hungaria), pada tanggal 12sampai 24 Juni
    1096 ribuan orang dihilangkan nyawanya
    secara kejam. Hanya dalam waktu hitungan hari
    dari tanggal 9 sampai 26 September 1096
    sekitar 1000 orang dibunuhdi Nikala atau
    Xerigordon (Turki).
    Kita juga tidak lupa pada tanggal 11 Desember
    1098, seribu orang Muslim di bantai di Marra.

    10.667 orang menuntut keadilan terhadap 4.392 pastor dari
    jumlah keseluruhan 109.694 pastor di Amerika Serikat.
    Lebih dari empat ribu pastor itu dituduh melakukan
    pelecehan seksual selama kurun waktu 1950-2002. Kasus
    ini tak semuanya disidang karena sebagian besar
    pelakunya (pastor-pastor) sudah wafat. Data ini diperoleh
    bulan Februari 2004.(belum termasuk jumlah korban di eropa dan selatan
    amerika)
    jika masih kurang, saya bisa menambahkan bukti2 lagi tentang
    kekejaman kristen selama ini
    jdi siapa yg memiliki daya rusak yg lebih besar? Menurutku
    kristen.

    Jelas disini, kristenlah yang paling banyak menumpahkan darah atas nama agamanya. Bandingkan dengan korban wtc yang jumlahnya 3000an, gak ada bukti konkret
    meyakinkan siapa pelakunya. Atau aksi kerajaan2 islam yang tidak berlatar agama, atau gosip kejahatan Nabi Muhammad yang diambil dari hadis palsu.

    Ada orang kristen, yang mungkin rada idiot, membanding2kan perang salib dengan aksi kekerasan yang dilakukan muslim yang gak berlatar agama yang sama2 terjadi di masa yang kurang lebih sama dengan perang salib atau lebih awal dari itu, seperti penjajahan atas spanyol, ini konyol, lantaran nonmuslim dimasa itu hidup damai, (malah kristen yang paling biadab dengan inquisitionya di spanyol untuk mengembalikan kekristenan spanyol), juga perampokan italia, sisilia, perekrutan janissari, penjajahan mesir, india, bla bla bla, yang semuanya sama: gak ada latar agama. beda dengan kejahatan perang salib, dan kejahatan2 gereja pada orang2 eropa di abad kegelapan, seperti membakar manusia hidup2 hanya karena melanggar norma, membantai ilmuwan dll. yang semua motifnya AGAMA. jadi…haruskah muslim minta maaf atas kejahatan yang tak ada sangkut paut agama, dam kemungkinan besar dilakukan orang yg gak pernah beribadah?

    Reply
    seri nabi cabul-20 on 24/11/2013 at 03:09
    0 2 Rate This
    INILAH BEBERAPA FAKTA AGAR KITA MENGENALI AGAMA KRISTEN.
    a)“TUMPAS DENGAN PEDANG segala sesuatu yang di dalam
    kota itu, baik laki-laki maupun perempuan, baik tua maupun
    muda, sampai kepada lembu, domba, dan keledai” (Yosua 6:21)
    b)”Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan
    Tuhan Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu,
    JANGANLAH KAU BIARKAN HIDUP apapun yang
    bernafas” (Ulangan 20:16)
    c)”Siapa yang menghujat nama Tuhan, pastilah ia dihukum mati
    dan dilontari dengan batu oleh seluruh jamaah itu. Baik yang
    asing maupun orang Israel asli, bila ia menghujat nama Tuhan,
    haruslah dihukum mati” (Imamat 24:16).
    d)Menghalalkan kejahatan perang. “Firman” Tuhan untuk
    meyembelih kaum Amalek : “Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah
    orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan
    JANGANLAH ADA BELAS KASIHAN PADANYA. BUNUHLAH
    SEMUANYA, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun
    anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun
    keledai”(1 Samuel 15:3).
    Ayat-ayat “suci” mereka di dalam PERJANJIAN BARU disebutkan:
    Isa Almasih (yang didakwa oleh orang Kristen sebagai TUHAN)
    berkata seperti berikut:
    a)Jangan kamu menyangka bahwa aku datang untuk membawa
    damai di atas bumi; aku datang bukan untuk membawa damai
    melainkan pedang” (Matius 10:34)
    b)Kamu menyangka, bahwa aku datang untuk membawa damai
    di atas bumi? Bukan, kataku kepadamu, bukan damai, melainkan
    pertentangan” (Lukas 2:51)
    c)Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam
    kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan
    kertak gigi” (Matius 15:30)
    Ayat-ayat “suci” inilah yang mampu mendorong pembunuh-
    pembunuh dan pengganas-pengganas Kristen di seluruh dunia
    untuk menebarkan kekerasan di muka bumi. Penyembelihan 200
    ribu Muslim Bosnia, puluhan ribu Muslim Kosovo, ribuan
    Muslim di Chechnya, ribuan Muslim di Ambon, Halmahera dan
    sebagainya merupakan hakekat ajaran sesat dan keganasan
    yang termaktub di dalam Alkitab Bible.
    Kejadian ini baru terjadi pada abad ini, kalau pada abad-abad
    sebelumnya, wah lebih parah lagi. Kalu kaum Kristen/
    Missionaris/Orientalis tersebut melek buku (dan jujur) pasti
    mereka akan membaca sejarah agama mereka sendiri (Kristen)
    dengan objektif, betapa setiap penaklukkan laskar Kristen pada
    sebuah kota bisa dipastikan ada pembantaian terhadap
    penduduk kota tersebut, apalagi waktu menaklukkan Palestina,
    ribuan umat islam disembeleh dengan sadis.
    Bandingkan dengan umat Islam ketika menaklukkan Palestina
    oleh tokoh Shalahuddin al-Ayyubi (Saladin)? Jangankan
    penduduknya di bantai, raja Kristennya sakit saja dijenguk,
    laskar Kristen yang menyerah dan penduduknya yang wanita
    serta anak-anak tetap dihormati marwahnya, harta mereka tidak
    diambil dan dikawal sampai tepi laut agar mereka kembali ke
    Eropa dengan selamat. Mana ada raja kristen yang ketika Raja
    Islam lagi sakit dijenguk? Mana ada Laskar Kristen yang ketika
    Islam kalah perang umat Islam yang menyerah diantar sampai
    negeri Islam sampai selamat? dibantai malah iya

    Reply
    seri nabi cabul-20 on 24/11/2013 at 03:16
    0 2 Rate This
    AWAS!, KHUSUS 30 TH KE ATAS
    “…Makanlah teman-teman, minumlah, minumlah sampai mabuk
    cinta! Aku tidur, tetapi hatiku bangun. Dengarlah kekasihku
    mengetuk, ‘Bukalah pintu, dinda manisku, merpati idamanku…’
    Bajuku telah kutanggalkan, apakah aku akan mengenakannya
    lagi? Kakiku telah kubasuh, apakah aku akan mengotorkannya
    pula? Kekasihku memasukkan tangannya melalui lobang pintu,
    berdebar-debar hatiku. Aku bangun untuk membuka pintu bagi
    kekasihku…” (Kidung Agung 5:1-5)
    “Betapa indah langkah-langkahmu…, puteri yang berwatak
    luhur! Lengkung pinggangmu bagaikan perhiasan… Pusarmu
    seperti cawan yang bulat… Perutmu bagaikan timbunan
    gandum… Seperti dua anak rusa buah dadamu…
    (KIDUNG AGUNG 7 : 6-8)
    (6) Betapa cantik, betapa jelita engkau, hai tercinta di antara
    segala yang disenangi.
    (7) Sosok tubuhmu seumpama pohon korma dan BUAH DADAMU
    gugusannya.
    (8) Kataku: “Aku ingin memanjat pohon korma itu dan memegang
    gugusan-gugusannya Kiranya BUAH DADAMU seperti gugusan
    anggur dan nafas hidungmu seperti buah apel.
    Masya Allah. Sebuah Puisi Cinta, yang menggunakan kata-kata
    fulgar, kata-kata Cabul, Kotor, seperti di atas, Di sebut Kidung
    Agung?Apa Tuhan Tidak Punya Kosa kata sehingga menggunakan
    kata-kata Cabul dalam Firman yang katanya Suci?
    Hebatnya, Puisi Cabul di beri Nama, Kidung Agung. Menurut Akal
    sehat teman-teman.. Yang paling tepat, untuk nama puisi cinta di
    atas,

    seri nabi cabul-20 on 24/11/2013 at 03:35
    0 1 Rate This
    Jizyah

    Saat itu, sumber dana untuk pembangunan negara didapatkan dari zakat. Namun,
    zakat hanya berlaku bagi umat Muslim. Maka untuk mengikut sertakan penduduk
    non Muslim dalam penyelenggaraan negara, dipungutlah jizyah dari mereka.
    Bagi yang masih menganggap jizyah melanggar HAM atau tidak
    berperikemanusiaan, mungkin Anda harus coba membalik pola pikir. Dimanakah
    etika seorang warga negara yang menikmati semua fasilitas negara, tapi tidak
    mau membayar apapun sebagai gantinya? Untuk orang seperti itu, mungkin cocok
    dengan slogan ini, “hari gini ga bayar jizyah/zakat? Apa kata dunia?”
    Dan satu lagi hal menarik terkait jizyah, bahwa jizyah yang dibayarkan penduduk
    non muslim kepada pemerintah pusat di Madinah saat itu, jauh lebih murah
    daripada zakat yang harus dibayarkan penduduk Muslim dalam satu tahun.
    Pastinya lebih murah juga daripada pajak/upeti yang harus mereka bayar kepada
    pemerintahan mereka yang lama (kalau bukan Romawi ya Persia). Jadi
    mungkinkah seseorang melepas keyakinan lamanya hanya karena diwajibkan
    membayar pajak yang sangat murah, lalu beralih menjadi muslim dengan
    kewajiban zakatnya yang lebih mahal?
    Kalau kita memahami logika sederhana ini pastinya kita akan paham. Besarnya
    jumlah penduduk yang memeluk Islam pada saat itu bukanlah karena paksaan
    untuk memilih “Islam, jizyah, atau pedang?” Tentu hanya karena rahmatNya-lah,
    banyak yang memeluk Islam dengan berbondong-bondong.
    “Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan engkau melihat
    manusia masuk ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong, maka
    bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohon ampunlah kepada- Nya.
    Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.” (QS An-Nashr;3)
    Wallahualam bishawab

    • Ayat setan dalam Bible (dari telegraph.co.uk):

      Topping it was St Paul’s advice in 1 Timothy 2:12, in which the saint says: “I do not permit a woman to teach or to have authority over a man, she must be silent.”

      The extract is often used to justify opposition to women priests.

      Next was this worrying verse endorsing genocide, from 1 Samuel 15:3: “This is what the Lord Almighty says … ‘Now go and strike Amalek and devote to destruction all that they have. Do not spare them, but kill both man and woman, child and infant, ox and sheep, camel and donkey.’ ”

      Third was Moses’s call to kill witches, in Exodus 22:18: “Do not allow a sorceress to live.”

      Another gruesome verse to make the list was Psalm 137, which celebrates this terrible revenge: “Happy is he who repays you for what you have done to us / He who seizes your infants and dashes them against the rocks.”

      A more controversial inclusion was that of St Paul’s thoughts on homosexuality, from Romans 1:27, currently an extremely divisive matter with the Anglican church: “In the same way also the men, giving up natural intercourse with women, were consumed with passion for one another. Men committed shameless acts with men and received in their own persons the due penalty for their error.”

      Others on the list included God’s test of Abraham in Genesis 22, in which Abraham is made to offer his son Isaac as a sacrifice; this endorsement of female subservience in Ephesians 5:22, “Wives, submit to you husbands as to the Lord”; and similar advice for slaves in 1 Peter 2:18: “Slaves, submit yourselves to your masters with all respect, not only to the good and gentle but also to the cruel.”

      Simon Jenkins, editor of shipoffools.com, said the idea behind the web poll was to make people think about the dangers of selectively quoting from the bible.

      The list was unveiled at the Greenbelt Festival in Cheltenham on Monday evening.

      This is the top 10 list in full:

      No. 1:St Paul’s advice about whether women are allowed to teach men in church:

      “I do not permit a woman to teach or to have authority over a man; she must be silent.” (1 Timothy 2:12)

      No. 2: In this verse, Samuel, one of the early leaders of Israel, orders genocide against a neighbouring people:

      “This is what the Lord Almighty says… ‘Now go and strike Amalek and devote to destruction all that they have. Do not spare them, but kill both man and woman, child and infant, ox and sheep, camel and donkey.’” (1 Samuel 15:3)

      No. 3: A command of Moses:

      “Do not allow a sorceress to live.” (Exodus 22:18)

      No. 4: The ending of Psalm 137, a psalm which was made into a disco calypso hit by Boney M, is often omitted from readings in church:

      “Happy is he who repays you for what you have done to us – he who seizes your infants and dashes them against the rocks.” (Psalm 137:9)

      No. 5: Another blood-curdling tale from the Book of Judges, where an Israelite man is trapped in a house by a hostile crowd, and sends out his concubine to placate them:

      “So the man took his concubine and sent her outside to them, and they raped her and abused her throughout the night, and at dawn they let her go. At daybreak the woman went back to the house where her master was staying, fell down at the door and lay there until daylight. When her master got up in the morning and opened the door of the house and stepped out to continue on his way, there lay his concubine, fallen in the doorway of the house, with her hands on the threshold. He said to her, ‘Get up; let’s go.’ But there was no answer. Then the man put her on his donkey and set out for home.” (Judges 19:25-28)

      No. 6: St Paul condemns homosexuality in the opening chapter of the Book of Romans:

      “In the same way also the men, giving up natural intercourse with women, were consumed with passion for one another. Men committed shameless acts with men and received in their own persons the due penalty for their error.” (Romans 1:27)

      No. 7: In this story from the Book of Judges, an Israelite leader, Jephthah, makes a rash vow to God, which has to be carried out:

      “And Jephthah made a vow to the Lord, and said, ‘If you will give the Ammonites into my hand, then whoever comes out of the doors of my house to meet me, when I return victorious from the Ammonites, shall be the Lord’s, to be offered up by me as a burnt-offering.’ Then Jephthah came to his home at Mizpah; and there was his daughter coming out to meet him with timbrels and with dancing. She was his only child; he had no son or daughter except her. When he saw her, he tore his clothes, and said, ‘Alas, my daughter! You have brought me very low; you have become the cause of great trouble to me. For I have opened my mouth to the Lord, and I cannot take back my vow.’” (Judges 11:30-1, 34-5)

      No. 8: The Lord is speaking to Abraham in this story where God commands him to sacrifice his son:

      ‘Take your son, your only son Isaac, whom you love, and go to the land of Moriah, and offer him there as a burnt-offering on one of the mountains that I shall show you.’ (Genesis 22:2)

      No. 9: “Wives, submit to your husbands as to the Lord.” (Ephesians 5:22)

      No. 10: “Slaves, submit yourselves to your masters with all respect, not only to the good and gentle but also to the cruel.” (1 Peter 2:18)

      • AWASSS!, JANGAN MASUK KRISTEN!, TENYATA LEBIH BANYAK ORANG MATI ATAS NAMA KRISTEN!, KRISTEN LEBIH BANYAK MEMBUNUH MANUSIA DARI AGAMA LAIN!( Kalo ada kristen yang bilang islam terroris, dll. patut diingat, kalau kristenlah agama yang paling banyak membunuh manusia.)
        INILAH FAKTA SEJARAH PEMBUNUHAN YANG DILAKUKAN GEREJA:

        AWAS, TERNYATA KRISTENLAH YANG PALING BANYAK MEMBUNUH MANUSIA TAK BERDOSA. ( cocok dengan tingkah mereka di situs ini yang sering ber-ulah dan bikin onar)

        Listed are only events that solely occurred on command of church authorities or were committed in the name of Christianity. (List incomplete)

        Ancient Pagans

        As soon as Christianity was legal (315), more and more pagan temples were destroyed by Christian mob. Pagan priests were killed.
        Between 315 and 6th century thousands of pagan believers were slain.
        Examples of destroyed Temples: the Sanctuary of Aesculap in Aegaea, the Temple of Aphrodite in Golgatha, Aphaka in Lebanon, the Heliopolis.
        Christian priests such as Mark of Arethusa or Cyrill of Heliopolis were famous as “temple destroyer.” [DA468]
        Pagan services became punishable by death in 356. [DA468]
        Christian Emperor Theodosius (408-450) even had children executed, because they had been playing with remains of pagan statues. [DA469]
        According to Christian chroniclers he “followed meticulously all Christian teachings…”
        In 6th century pagans were declared void of all rights.
        In the early fourth century the philosopher Sopatros was executed on demand of Christian authorities. [DA466]
        The world famous female philosopher Hypatia of Alexandria was torn to pieces with glass fragments by a hysterical Christian mob led by a Christian minister named Peter, in a church, in 415.
        [DO19-25]
        Mission

        Emperor Karl (Charlemagne) in 782 had 4500 Saxons, unwilling to convert to Christianity, beheaded. [DO30]
        Peasants of Steding (Germany) unwilling to pay suffocating church taxes: between 5,000 and 11,000 men, women and children slain 5/27/1234 near Altenesch/Germany. [WW223]
        Battle of Belgrad 1456: 80,000 Turks slaughtered. [DO235]
        15th century Poland: 1019 churches and 17987 villages plundered by Knights of the Order. Victims unknown. [DO30]
        16th and 17th century Ireland. English troops “pacified and civilized” Ireland, where only Gaelic “wild Irish”, “unreasonable beasts lived without any knowledge of God or good manners, in common of their goods, cattle, women, children and every other thing.” One of the more successful soldiers, a certain Humphrey Gilbert, half-brother of Sir Walter Raleigh, ordered that “the heddes of all those (of what sort soever thei were) which were killed in the daie, should be cutte off from their bodies… and should bee laied on the ground by eche side of the waie”, which effort to civilize the Irish indeed caused “greate terrour to the people when thei sawe the heddes of their dedde fathers, brothers, children, kinsfolke, and freinds on the grounde”.
        Tens of thousands of Gaelic Irish fell victim to the carnage. [SH99, 225]
        Crusades (1095-1291)

        First Crusade: 1095 on command of pope Urban II. [WW11-41]
        Semlin/Hungary 6/24/96 thousands slain. Wieselburg/Hungary 6/12/96 thousands. [WW23]
        9/9/96-9/26/96 Nikaia, Xerigordon (then turkish), thousands respectively. [WW25-27]
        Until Jan 1098 a total of 40 capital cities and 200 castles conquered (number of slain unknown) [WW30]
        after 6/3/98 Antiochia (then turkish) conquered, between 10,000 and 60,000 slain. 6/28/98 100,000 Turks (incl. women & children) killed. [WW32-35]
        Here the Christians “did no other harm to the women found in [the enemy’s] tents—save that they ran their lances through their bellies,” according to Christian chronicler Fulcher of Chartres. [EC60]
        Marra (Maraat an-numan) 12/11/98 thousands killed. Because of the subsequent famine “the already stinking corpses of the enemies were eaten by the Christians” said chronicler Albert Aquensis. [WW36]
        Jerusalem conquered 7/15/1099 more than 60,000 victims (jewish, muslim, men, women, children). [WW37-40]
        (In the words of one witness: “there [in front of Solomon’s temple] was such a carnage that our people were wading ankle-deep in the blood of our foes”, and after that “happily and crying for joy our people marched to our Saviour’s tomb, to honour it and to pay off our debt of gratitude”)
        The Archbishop of Tyre, eye-witness, wrote: “It was impossible to look upon the vast numbers of the slain without horror; everywhere lay fragments of human bodies, and the very ground was covered with the blood of the slain. It was not alone the spectacle of headless bodies and mutilated limbs strewn in all directions that roused the horror of all who looked upon them. Still more dreadful was it to gaze upon the victors themselves, dripping with blood from head to foot, an ominous sight which brought terror to all who met them. It is reported that within the Temple enclosure alone about ten thousand infidels perished.” [TG79]
        Christian chronicler Eckehard of Aura noted that “even the following summer in all of palestine the air was polluted by the stench of decomposition”. One million victims of the first crusade alone. [WW41]
        Battle of Askalon, 8/12/1099. 200,000 heathens slaughtered “in the name of Our Lord Jesus Christ”. [WW45]
        Fourth crusade: 4/12/1204 Constantinople sacked, number of victims unknown, numerous thousands, many of them Christian. [WW141-148]
        Rest of Crusades in less detail: until the fall of Akkon 1291 probably 20 million victims (in the Holy land and Arab/Turkish areas alone). [WW224]
        Note: All figures according to contemporary (Christian) chroniclers.

        Heretics

        Already in 385 C.E. the first Christians, the Spanish Priscillianus and six followers, were beheaded for heresy in Trier/Germany [DO26]
        Manichaean heresy: a crypto-Christian sect decent enough to practice birth control (and thus not as irresponsible as faithful Catholics) was exterminated in huge campaigns all over the Roman empire between 372 C.E. and 444 C.E. Numerous thousands of victims. [NC]
        Albigensians: the first Crusade intended to slay other Christians. [DO29]
        The Albigensians…viewed themselves as good Christians, but would not accept roman Catholic rule, and taxes, and prohibition of birth control. [NC]
        Begin of violence: on command of pope Innocent III (greatest single pre-nazi mass murderer) in 1209. Bezirs (today France) 7/22/1209 destroyed, all the inhabitants were slaughtered. Victims (including Catholics refusing to turn over their heretic neighbours and friends) 20,000-70,000. [WW179-181]
        Carcassonne 8/15/1209, thousands slain. Other cities followed. [WW181]
        subsequent 20 years of war until nearly all Cathars (probably half the population of the Languedoc, today southern France) were exterminated. [WW183]
        After the war ended (1229) the Inquisition was founded 1232 to search and destroy surviving/hiding heretics. Last Cathars burned at the stake 1324. [WW183]
        Estimated one million victims (cathar heresy alone), [WW183]
        Other heresies: Waldensians, Paulikians, Runcarians, Josephites, and many others. Most of these sects exterminated, (I believe some Waldensians live today, yet they had to endure 600 years of persecution) I estimate at least hundred thousand victims (including the Spanish inquisition but excluding victims in the New World).
        Spanish Inquisitor Torquemada alone allegedly responsible for 10,220 burnings. [DO28]
        John Huss, a critic of papal infallibility and indulgences, was burned at the stake in 1415. [LI475-522]
        University professor B.Hubmaier burned at the stake 1538 in Vienna. [DO59]
        Giordano Bruno, Dominican monk, after having been incarcerated for seven years, was burned at the stake for heresy on the Campo dei Fiori (Rome) on 2/17/1600.
        Witches

        from the beginning of Christianity to 1484 probably more than several thousand.
        in the era of witch hunting (1484-1750) according to modern scholars several hundred thousand (about 80% female) burned at the stake or hanged. [WV]
        incomplete list of documented cases:
        The Burning of Witches – A Chronicle of the Burning Times
        Religious Wars

        15th century: Crusades against Hussites, thousands slain. [DO30]
        1538 pope Paul III declared Crusade against apostate England and all English as slaves of Church (fortunately had not power to go into action). [DO31]
        1568 Spanish Inquisition Tribunal ordered extermination of 3 million rebels in (then Spanish) Netherlands. Thousands were actually slain. [DO31]
        1572 In France about 20,000 Huguenots were killed on command of pope Pius V. Until 17th century 200,000 flee. [DO31]
        17th century: Catholics slay Gaspard de Coligny, a Protestant leader. After murdering him, the Catholic mob mutilated his body, “cutting off his head, his hands, and his genitals… and then dumped him into the river […but] then, deciding that it was not worthy of being food for the fish, they hauled it out again [… and] dragged what was left … to the gallows of Montfaulcon, ‘to be meat and carrion for maggots and crows’.” [SH191]
        17th century: Catholics sack the city of Magdeburg/Germany: roughly 30,000 Protestants were slain. “In a single church fifty women were found beheaded,” reported poet Friedrich Schiller, “and infants still sucking the breasts of their lifeless mothers.” [SH191]
        17th century 30 years’ war (Catholic vs. Protestant): at least 40% of population decimated, mostly in Germany. [DO31-32]
        Jews

        Already in the 4th and 5th centuries synagogues were burned by Christians. Number of Jews slain unknown.
        In the middle of the fourth century the first synagogue was destroyed on command of bishop Innocentius of Dertona in Northern Italy. The first synagogue known to have been burned down was near the river Euphrat, on command of the bishop of Kallinikon in the year 388. [DA450]
        17. Council of Toledo 694: Jews were enslaved, their property confiscated, and their children forcibly baptized. [DA454]
        The Bishop of Limoges (France) in 1010 had the cities’ Jews, who would not convert to Christianity, expelled or killed. [DA453]
        First Crusade: Thousands of Jews slaughtered 1096, maybe 12.000 total. Places: Worms 5/18/1096, Mainz 5/27/1096 (1100 persons), Cologne, Neuss, Altenahr, Wevelinghoven, Xanten, Moers, Dortmund, Kerpen, Trier, Metz, Regensburg, Prag and others (All locations Germany except Metz/France, Prag/Czech) [EJ]
        Second Crusade: 1147. Several hundred Jews were slain in Ham, Sully, Carentan, and Rameru (all locations in France). [WW57]
        Third Crusade: English Jewish communities sacked 1189/90. [DO40]
        Fulda/Germany 1235: 34 Jewish men and women slain. [DO41]
        1257, 1267: Jewish communities of London, Canterbury, Northampton, Lincoln, Cambridge, and others exterminated. [DO41]
        1290 in Bohemian (Poland) allegedly 10,000 Jews killed. [DO41]
        1337 Starting in Deggendorf/Germany a Jew-killing craze reaches 51 towns in Bavaria, Austria, Poland. [DO41]
        1348 All Jews of Basel/Switzerland and Strasbourg/France (two thousand) burned. [DO41]
        1349 In more than 350 towns in Germany all Jews murdered, mostly burned alive (in this one year more Jews were killed than Christians in 200 years of ancient Roman persecution of Christians). [DO42]
        1389 In Prag 3,000 Jews were slaughtered. [DO42]
        1391 Seville’s Jews killed (Archbishop Martinez leading). 4,000 were slain, 25,000 sold as slaves. [DA454] Their identification was made easy by the brightly colored “badges of shame” that all jews above the age of ten had been forced to wear.
        1492: In the year Columbus set sail to conquer a New World, more than 150,000 Jews were expelled from Spain, many died on their way: 6/30/1492. [MM470-476]
        1648 Chmielnitzki massacres: In Poland about 200,000 Jews were slain. [DO43]
        (I feel sick …) this goes on and on, century after century, right into the kilns of Auschwitz.

        Native Peoples

        Beginning with Columbus (a former slave trader and would-be Holy Crusader) the conquest of the New World began, as usual understood as a means to propagate Christianity.
        Within hours of landfall on the first inhabited island he encountered in the Caribbean, Columbus seized and carried off six native people who, he said, “ought to be good servants … [and] would easily be made Christians, because it seemed to me that they belonged to no religion.” [SH200]
        While Columbus described the Indians as “idolators” and “slaves, as many as [the Crown] shall order,” his pal Michele de Cuneo, Italian nobleman, referred to the natives as “beasts” because “they eat when they are hungry,” and made love “openly whenever they feel like it.” [SH204-205]
        On every island he set foot on, Columbus planted a cross, “making the declarations that are required” – the requerimiento – to claim the ownership for his Catholic patrons in Spain. And “nobody objected.” If the Indians refused or delayed their acceptance (or understanding), the requerimiento continued:
        I certify to you that, with the help of God, we shall powerfully enter in your country and shall make war against you … and shall subject you to the yoke and obedience of the Church … and shall do you all mischief that we can, as to vassals who do not obey and refuse to receive their lord and resist and contradict him.” [SH66]

        Likewise in the words of John Winthrop, first governor of Massachusetts Bay Colony: “justifieinge the undertakeres of the intended Plantation in New England … to carry the Gospell into those parts of the world, … and to raise a Bulworke against the kingdome of the Ante-Christ.” [SH235]
        In average two thirds of the native population were killed by colonist-imported smallpox before violence began. This was a great sign of “the marvelous goodness and providence of God” to the Christians of course, e.g. the Governor of the Massachusetts Bay Colony wrote in 1634, as “for the natives, they are near all dead of the smallpox, so as the Lord hath cleared our title to what we possess.” [SH109,238]
        On Hispaniola alone, on Columbus visits, the native population (Arawak), a rather harmless and happy people living on an island of abundant natural resources, a literal paradise, soon mourned 50,000 dead. [SH204]
        The surviving Indians fell victim to rape, murder, enslavement and spanish raids.
        As one of the culprits wrote: “So many Indians died that they could not be counted, all through the land the Indians lay dead everywhere. The stench was very great and pestiferous.” [SH69]
        The indian chief Hatuey fled with his people but was captured and burned alive. As “they were tying him to the stake a Franciscan friar urged him to take Jesus to his heart so that his soul might go to heaven, rather than descend into hell. Hatuey replied that if heaven was where the Christians went, he would rather go to hell.” [SH70]
        What happened to his people was described by an eyewitness:
        “The Spaniards found pleasure in inventing all kinds of odd cruelties … They built a long gibbet, long enough for the toes to touch the ground to prevent strangling, and hanged thirteen [natives] at a time in honor of Christ Our Saviour and the twelve Apostles… then, straw was wrapped around their torn bodies and they were burned alive.” [SH72]
        Or, on another occasion:
        “The Spaniards cut off the arm of one, the leg or hip of another, and from some their heads at one stroke, like butchers cutting up beef and mutton for market. Six hundred, including the cacique, were thus slain like brute beasts…Vasco [de Balboa] ordered forty of them to be torn to pieces by dogs.” [SH83]
        The “island’s population of about eight million people at the time of Columbus’s arrival in 1492 already had declined by a third to a half before the year 1496 was out.” Eventually all the island’s natives were exterminated, so the Spaniards were “forced” to import slaves from other caribbean islands, who soon suffered the same fate. Thus “the Caribbean’s millions of native people [were] thereby effectively liquidated in barely a quarter of a century”. [SH72-73] “In less than the normal lifetime of a single human being, an entire culture of millions of people, thousands of years resident in their homeland, had been exterminated.” [SH75]
        “And then the Spanish turned their attention to the mainland of Mexico and Central America. The slaughter had barely begun. The exquisite city of Tenochtitln [Mexico city] was next.” [SH75]
        Cortez, Pizarro, De Soto and hundreds of other spanish conquistadors likewise sacked southern and mesoamerican civilizations in the name of Christ (De Soto also sacked Florida).
        “When the 16th century ended, some 200,000 Spaniards had moved to the Americas. By that time probably more than 60,000,000 natives were dead.” [SH95]
        Of course no different were the founders of what today is the US of Amerikkka.

        Although none of the settlers would have survived winter without native help, they soon set out to expel and exterminate the Indians. Warfare among (north American) Indians was rather harmless, in comparison to European standards, and was meant to avenge insults rather than conquer land. In the words of some of the pilgrim fathers: “Their Warres are farre less bloudy…”, so that there usually was “no great slawter of nether side”. Indeed, “they might fight seven yeares and not kill seven men.” What is more, the Indians usually spared women and children. [SH111]
        In the spring of 1612 some English colonists found life among the (generally friendly and generous) natives attractive enough to leave Jamestown – “being idell … did runne away unto the Indyans,” – to live among them (that probably solved a sex problem).
        “Governor Thomas Dale had them hunted down and executed: ‘Some he apointed (sic) to be hanged Some burned Some to be broken upon wheles, others to be staked and some shott to deathe’.” [SH105] Of course these elegant measures were restricted for fellow englishmen: “This was the treatment for those who wished to act like Indians. For those who had no choice in the matter, because they were the native people of Virginia” methods were different: “when an Indian was accused by an Englishman of stealing a cup and failing to return it, the English response was to attack the natives in force, burning the entire community” down. [SH105]
        On the territory that is now Massachusetts the founding fathers of the colonies were committing genocide, in what has become known as the “Peqout War”. The killers were New England Puritan Christians, refugees from persecution in their own home country England.
        When however, a dead colonist was found, apparently killed by Narragansett Indians, the Puritan colonists wanted revenge. Despite the Indian chief’s pledge they attacked.
        Somehow they seem to have lost the idea of what they were after, because when they were greeted by Pequot Indians (long-time foes of the Narragansetts) the troops nevertheless made war on the Pequots and burned their villages.
        The puritan commander-in-charge John Mason after one massacre wrote: “And indeed such a dreadful Terror did the Almighty let fall upon their Spirits, that they would fly from us and run into the very Flames, where many of them perished … God was above them, who laughed his Enemies and the Enemies of his People to Scorn, making them as a fiery Oven … Thus did the Lord judge among the Heathen, filling the Place with dead Bodies”: men, women, children. [SH113-114]
        So “the Lord was pleased to smite our Enemies in the hinder Parts, and to give us their land for an inheritance”. [SH111].
        Because of his readers’ assumed knowledge of Deuteronomy, there was no need for Mason to quote the words that immediately follow:
        “Thou shalt save alive nothing that breatheth. But thou shalt utterly destroy them…” (Deut 20)
        Mason’s comrade Underhill recalled how “great and doleful was the bloody sight to the view of the young soldiers” yet reassured his readers that “sometimes the Scripture declareth women and children must perish with their parents”. [SH114]
        Other Indians were killed in successful plots of poisoning. The colonists even had dogs especially trained to kill Indians and to devour children from their mothers breasts, in the colonists’ own words: “blood Hounds to draw after them, and Mastives to seaze them.” (This was inspired by spanish methods of the time)
        In this way they continued until the extermination of the Pequots was near. [SH107-119]
        The surviving handful of Indians “were parceled out to live in servitude. John Endicott and his pastor wrote to the governor asking for ‘a share’ of the captives, specifically ‘a young woman or girle and a boy if you thinke good’.” [SH115]
        Other tribes were to follow the same path.
        Comment the Christian exterminators: “God’s Will, which will at last give us cause to say: How Great is His Goodness! and How Great is his Beauty!”
        “Thus doth the Lord Jesus make them to bow before him, and to lick the Dust!” [TA]
        Like today, lying was OK to Christians then. “Peace treaties were signed with every intention to violate them: when the Indians ‘grow secure uppon (sic) the treatie’, advised the Council of State in Virginia, ‘we shall have the better Advantage both to surprise them, & cutt downe theire Corne’.” [SH106]
        In 1624 sixty heavily armed Englishmen cut down 800 defenseless Indian men, women and children. [SH107]
        In a single massacre in “King Philip’s War” of 1675 and 1676 some “600 Indians were destroyed. A delighted Cotton Mather, revered pastor of the Second Church in Boston, later referred to the slaughter as a ‘barbeque’.” [SH115]
        To summarize: Before the arrival of the English, the western Abenaki people in New Hampshire and Vermont had numbered 12,000. Less than half a century later about 250 remained alive – a destruction rate of 98%. The Pocumtuck people had numbered more than 18,000, fifty years later they were down to 920 – 95% destroyed. The Quiripi-Unquachog people had numbered about 30,000, fifty years later they were down to 1500 – 95% destroyed. The Massachusetts people had numbered at least 44,000, fifty years later barely 6000 were alive – 81% destroyed. [SH118] These are only a few examples of the multitude of tribes living before Christian colonists set their foot on the New World. All this was before the smallpox epidemics of 1677 and 1678 had occurred. And the carnage was not over then.
        All the above was only the beginning of the European colonization, it was before the frontier age actually had begun.
        A total of maybe more than 150 million Indians (of both Americas) were destroyed in the period of 1500 to 1900, as an average two thirds by smallpox and other epidemics, that leaves some 50 million killed directly by violence, bad treatment and slavery.
        In many countries, such as Brazil, and Guatemala, this continues even today.
        More Glorious events in US history

        Reverend Solomon Stoddard, one of New England’s most esteemed religious leaders, in “1703 formally proposed to the Massachusetts Governor that the colonists be given the financial wherewithal to purchase and train large packs of dogs ‘to hunt Indians as they do bears’.” [SH241]
        Massacre of Sand Creek, Colorado 11/29/1864. Colonel John Chivington, a former Methodist minister and still elder in the church (“I long to be wading in gore”) had a Cheyenne village of about 600, mostly women and children, gunned down despite the chiefs’ waving with a white flag: 400-500 killed.
        From an eye-witness account: “There were some thirty or forty squaws collected in a hole for protection; they sent out a little girl about six years old with a white flag on a stick; she had not proceeded but a few steps when she was shot and killed. All the squaws in that hole were afterwards killed …” [SH131]
        More gory details.
        By the 1860s, “in Hawai’i the Reverend Rufus Anderson surveyed the carnage that by then had reduced those islands’ native population by 90 percent or more, and he declined to see it as tragedy; the expected total die-off of the Hawaiian population was only natural, this missionary said, somewhat equivalent to ‘the amputation of diseased members of the body’.” [SH244]
        20th Century Church Atrocities

        Catholic extermination camps
        Surpisingly few know that Nazi extermination camps in World War II were by no means the only ones in Europe at the time. In the years 1942-1943 also in Croatia existed numerous extermination camps, run by Catholic Ustasha under their dictator Ante Paveli, a practising Catholic and regular visitor to the then pope. There were even concentration camps exclusively for children!

        In these camps – the most notorious was Jasenovac, headed by a Franciscan friar – orthodox-Christian serbians (and a substantial number of Jews) were murdered. Like the Nazis the Catholic Ustasha burned their victims in kilns, alive (the Nazis were decent enough to have their victims gassed first). But most of the victims were simply stabbed, slain or shot to death, the number of them being estimated between 300,000 and 600,000, in a rather tiny country. Many of the killers were Franciscan friars. The atrocities were appalling enough to induce bystanders of the Nazi “Sicherheitsdient der SS”, watching, to complain about them to Hitler (who did not listen). The pope knew about these events and did nothing to prevent them. [MV]
        Catholic terror in Vietnam
        In 1954 Vietnamese freedom fighters – the Viet Minh – had finally defeated the French colonial government in North Vietnam, which by then had been supported by U.S. funds amounting to more than $2 billion. Although the victorious assured religious freedom to all (most non-buddhist Vietnamese were Catholics), due to huge anticommunist propaganda campaigns many Catholics fled to the South. With the help of Catholic lobbies in Washington and Cardinal Spellman, the Vatican’s spokesman in U.S. politics, who later on would call the U.S. forces in Vietnam “Soldiers of Christ”, a scheme was concocted to prevent democratic elections which could have brought the communist Viet Minh to power in the South as well, and the fanatic Catholic Ngo Dinh Diem was made president of South Vietnam. [MW16ff]

        Diem saw to it that U.S. aid, food, technical and general assistance was given to Catholics alone, Buddhist individuals and villages were ignored or had to pay for the food aids which were given to Catholics for free. The only religious denomination to be supported was Roman Catholicism.

        The Vietnamese McCarthyism turned even more vicious than its American counterpart. By 1956 Diem promulgated a presidential order which read:
        “Individuals considered dangerous to the national defense and common security may be confined by executive order, to a concentration camp.”
        Supposedly to fight communism, thousands of buddhist protesters and monks were imprisoned in “detention camps.” Out of protest dozens of buddhist teachers – male and female – and monks poured gasoline over themselves and burned themselves. (Note that Buddhists burned themselves: in comparison Christians tend to burn others). Meanwhile some of the prison camps, which in the meantime were filled with Protestant and even Catholic protesters as well, had turned into no-nonsense death camps. It is estimated that during this period of terror (1955-1960) at least 24,000 were wounded – mostly in street riots – 80,000 people were executed, 275,000 had been detained or tortured, and about 500,000 were sent to concentration or detention camps. [MW76-89].

        To support this kind of government in the next decade thousands of American GI’s lost their life….

        Rwanda Massacres
        In 1994 in the small african country of Rwanda in just a few months several hundred thousand civilians were butchered, apparently a conflict of the Hutu and Tutsi ethnic groups.
        For quite some time I heard only rumours about Catholic clergy actively involved in the 1994 Rwanda massacres. Odd denials of involvement were printed in Catholic church journals, before even anybody had openly accused members of the church.

        Then, 10/10/96, in the newscast of S2 Aktuell, Germany – a station not at all critical to Christianity – the following was stated:

        “Anglican as well as Catholic priests and nuns are suspect of having actively participated in murders. Especially the conduct of a certain Catholic priest has been occupying the public mind in Rwanda’s capital Kigali for months. He was minister of the church of the Holy Family and allegedly murdered Tutsis in the most brutal manner. He is reported to have accompanied marauding Hutu militia with a gun in his cowl. In fact there has been a bloody slaughter of Tutsis seeking shelter in his parish. Even two years after the massacres many Catholics refuse to set foot on the threshold of their church, because to them the participation of a certain part of the clergy in the slaughter is well established. There is almost no church in Rwanda that has not seen refugees – women, children, old – being brutally butchered facing the crucifix.

        According to eyewitnesses clergymen gave away hiding Tutsis and turned them over to the machetes of the Hutu militia.

        In connection with these events again and again two Benedictine nuns are mentioned, both of whom have fled into a Belgian monastery in the meantime to avoid prosecution. According to survivors one of them called the Hutu killers and led them to several thousand people who had sought shelter in her monastery. By force the doomed were driven out of the churchyard and were murdered in the presence of the nun right in front of the gate. The other one is also reported to have directly cooperated with the murderers of the Hutu militia. In her case again witnesses report that she watched the slaughtering of people in cold blood and without showing response. She is even accused of having procured some petrol used by the killers to set on fire and burn their victims alive…” [S2]

        As can be seen from these events, to Christianity the Dark Ages never come to an end….

        PATUT DIINGAT!, SEMUA KEJAHATAN DIATAS DILAKUKAN ATAS NAMA KRISTEN. SEMUANYA BERLATAR KRISTEN, DAN DILAKUKAN ATAS PERINTAH GEREJA. KALAU ADA KRISTEN YANG MEMBANDING2KAN KEJAHATAN DIATAS DENGAN SEJARAH KEJAHATAN UMAT ISLAM, SAYA PERCAYA 100% SEBAGIAN BESAR YANG MEREKA SEBUT TIDAK ADA SANGKUT PAUT DENGAN AGAMA, APALAGI ISLAM. PALING2 MEREKA CUMA PUNYA DAFTAR KEJAHATAN YANG DILAKUKAN PIHAK2 SEKULER, ATAU JUGA FAKTA2 KEJAHATAN JAMAN NABI MUHAMMAD YANG DIAMBIL DARI HADIS PALSU, SEPERTI MERAMPOK, MEMBUNUH, MEMPERKOSA, DLL.

    • ANJING, KALO MAU NGEFITNAH GA USAH DILEBIH LEBIHIN JUGA KALI!! GW SEBAGAI PEMELUK AGAMA YG SAMA UDAH CUKUP MALU GARA2 ORANG-ORANG GOBLOK KAYA LU.

      • Itu semua FAKTA kali, bukan fitnah. Agama yang sama?, emang agama lu apaan?, islam?

  5. AKSI TIPU-TIPU MUSLIM

    Melihat sejarah kekerasan islam dan perbedaan yang kontras dari praktek-praktek kekerasannya jaman sekarang dibanding dengan nilai2 kemanusiaan saat ini, muslim berjungkir balik membungkus kembali iman mereka di jaman modern ini. Beberapa pembela islam terkemuka bergantungan pada trik-trik yang melibatkan ‘kalimat bersayap’ dan ‘menyatakan setengahnya saja’ yang lalu diulang-ulang terus menerus oleh muslim-muslim pemula lain bahkan oleh mereka yang berada diluar iman mereka (non muslim) sekalipun.
    Ini adalah dokumentasi (yang kami harap bisa memperbaiki dan diperluas seiring waktu) yang menelanjangi beberapa ‘trik/tipuan’ dan membantu para pencari kebenaran agar bisa melihat ‘kebenaran yang hakiki’ menembus jaringan laba-laba simpang siur palsu karangan muslim tentang klaim mereka akan islam serta sejarahnya.

    1) Jika islam itu agama jahat, maka semua muslim haruslah jahat
    2) Agama lain juga melakukan pembunuhan
    3) Muhammad mengajarkan ‘tidak ada paksaan dalam agama’ (QS2.256)
    4) Perang Salib
    5) Muhammad tidak pernah membunuh satu orangpun
    6) Islam mengajarkan “Dilarang Membunuh” (QS5.32)
    7) Muslim membunuh karena membela diri
    8) Taruhan US$1 Juta: kata ‘Jihad’ tidak ada dalam Quran.
    9) Ayat-ayat kekerasan diartikan keluar dari konteksnya
    10) Islam pasti benar karena agama yang paling pesat perkembangannya sedunia

    1) Jika islam itu agama jahat, maka semua muslim harusnya jahat

    Tipu-tipu Muslim:
    Kebanyakan muslim hidup damai, tanpa melukai orang lain, jadi gimana bisa islam itu agama yang jahat? Jika islam itu agama teroris, kenapa tidak semua muslim jadi teroris?
    Kenyataannya:
    Sederhana saja, karena bunuh orang itu salah, ngga peduli apa islam mengajarkan itu atau tidak.
    Semua agama selaras dalam bentuk atau prinsip2 kemanusiaan. Banyak muslim di barat sering mentafsirkan islam yang mirip dengan Kekristenan dibandingkan ajaran sebenarnya dari Muhammad, karnea begitulah agama itu disajikan pada mereka sejak awalnya. Mereka Cuma tahu detil2 tertentu sejarah nabinya belaka yang selaras dengan moral masa kini, dan bukannya yang menerangkan tentang hedonisme, penipuan, kekuasaan dan kekerasan.
    Muslim kebanyakan demikian karena mereka lebih setia pada hukum moral yang tertulis dalam hati mereka dibanding dengan ajaran rinci yang sungguh2 diajarkan Muhammad, tak peduli mereka tahu itu atau tidak. Mereka menyaring bukti2 yang bertentangan dengan moral mereka – ketika mereka mendapatkannya – dan sungguh2 percaya bahwa agama mereka itu ikut serta dalam banyak kebebasan dan nilai2 yang sekarang dianut di barat (mungkin malah tidak pernah mempertanyakan kenapa kebebasan dan toleransi secara aneh tidak ada ditanah2 dan negara2 muslim).
    (Muslim kebanyakan jika mendapat satu persoalan, lalu mereka mencari hati mereka akan moral bagaimana yang sebaiknya dilakukan atas persoalan tersebut, lalu setelah mereka mendapatkan ‘jawaban moral’ atas persoalan tersebut, mereka mencari ‘kesamaan’ jawaban tersebut dalam Quran. Meski misalnya Quran telah menjawab persoalan tersebut secara langsung, tapi karena jawaban quran langsung tsb bertentangan dengan moral mereka, mereka lebih memilih ayat yang ‘bersayap’ yang bisa ‘menyamai’ jawaban pilihan mereka. Tambahan penerjemah)
    Meski islam adalah agama yang besar, bukan kebetulan bahwa muslim murni – mereka yang mengartikan perkataan Muhammad secara literal – adalah yang paling berbahaya. Mereka disebut “Ekstremis” atau “Fundamentalis”, tapi, pada akhirnya, mereka juga lah yang paling berdedikasi pada Quran dan mengikuti jalan Jihad seperti yang diperintahkan oleh Muhammad.
    Tentu saja pertanyaan yang sama bisa diarahkan sebaliknya. Jika islam adalam agama damai, lalu kenapa islam adalah satu-satunya agama yang secara konsisten menghasilkan teroris bermotifkan agama? Kenapa ribuan orang memenggal kepala orang tak bersalah atau menabrakan pesawat kegedung bertinggkat sambil berteriak “ALLAHUAKBAR”? Mana kemarahan para muslim ketika hal ini terjadi? Dan kenapa mereka malah lebih marah atas masalah kartun Muhammad semata?

    2) Agama lain juga melakukan pembunuhan

    Tipu-tipu Muslim:
    Menyeret agama lain selevel dengan islam adalah salah satu strategi paling populer dari para pembela muslim jika didesak dengan kekerasan islam. Ingat Timothy McVeigh, PembomOklahoma City? Kenapa mengincar islam kalau agama lain juga ternyata punya masalah yang sama?
    Kenyataannya: Karena memang tidak sama.
    Apapun agama yang dicantumkan dalam KTP si Timothy ini, dia bukanlah orang yang religius. Tak pernah satu kalipun dia menyebutkan pembomannya karena perintah agama, atau mengutip ayat2 alkitab, atau mengklaim dia membunuh karena membela Tuhannya.
    Yang disebut “pemeluk agama lain” oleh muslim hampir selalu pemeluk minoritas yang tidak aktif terlibat dalam agamanya. Mereka juga tidak terinspirasi dari agamanya ataupun mereka mengaku melakukan itu karena mereka penganut agama tertentu seperti yang dilakukan para teroris muslim dengan bangganya. Dan inilah yang membuat masalah ini menjadi sangat berbeda.
    Islam dihubungkan dengan terorisme islam karena para teroris itu sendiri yang menyatakan hubungan demikian.
    Muslim yang membandingkan ini sama saja dengan membandingkan apel dengan jeruk.
    Ya, ada beberapa pembom yang benar2 religius (seperti yang dengan sukacita ditunjukan para muslim), tapi lihatlah lingkup masalahnya. Ada lima serangan dalam jangka waktu 35 tahun di Amerika. Tujuah orang meninggal. Ini sama dengan rata-rata satu kematian dalam setiap limatahun.
    Sebaliknya, teroris islam melakukan hampir sepuluh ribu (10.000) serangan mematikan dalam enam tahun setelah 11 September 2001 saja. Jika mundur hingga tahun 1971, ketika tentara muslim di Bangladesh mulai membantai orang2 hindu, lalu tahun2 dimana jihad dilakukan di Sudan, Kashmir dan Aljazair, dan jangan lupa kekerasan Sunni vs Shia di Irak, jumlah orang tak bersalah yang terbunuh DALAM NAMA ISLAM mungkin melebihi LIMA JUTA ORANG DALAM PERIODE WAKTU YANG SAMA.
    Enam tahun belakangan ini saja, mungkin ada selusin lebih pembunuhan religius oleh orang2 agama non islam, total. Tidak ada agama lain yang menghasilkan WISATA PEMBUNUHAN seperti yang islam lakukan hampir setiap hari setiap tahun. Tidak ada ayat2 dalam kitab2 agama non islam yang mendukung pembunuhan2 itu. Tidak ada juga kelompok2 besar diseluruh dunia yang mendedikasikan diri utk membantai orang2 yang menyembah tuhan yang berbeda, ketika komunitas besar orang percaya berjuang dengan perbedaan dan ulama2 radikal yang mendukung teror.
    Muslim mungkin berpura-pura bahwa agama2 lain sama-sama ‘salah tafsir’nya seperti agama mereka yang ‘sempurna’, tapi kenyataan berbicara hal yang jauh lebih mengerikan.

    3) Muhammad mengajarkan ‘tidak ada paksaan dalam agama’ (QS2.256)

    Tipu-tipu Muslim:
    Muslim mengutip ayat 2.256 dari Quran utk membuktikan betapa tolerannya agama islam itu. Ayat ini: “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat…”
    Kenyataannya:
    Muslim yang mengutip ayat ini mungkin mengerti mungkin juga tidak bahwa ini adalah ayat awal dari periode Medinah. Ayat yang ‘diturunkan’ disaat para muslim baru saja tiba di Medina setelah terbirit-birit diusir dari Mekah. Mereka perlu tempat tinggal diantara suku2 kuat disekeliling mereka, yang
    Bersambung..

  6. …sambungan

    kebanyakan adalah orang yahudi. Disaat inilah, contohnya, Muhammad memutuskan utk mengubah arah kiblat sholat mereka dari Mekah ke Yerusalem demi menarik hati suku2 tsb.
    Tapi muslim sekarang sholat kearah Mekah. Alasannya adalah karena Muhammad mengeluarkan perintah lain yang menasakhkan (mengganti) perintah pertama. Malah, Nasakh (penggantian/pembatalan) ayat ini menjadi prinsip paling penting yang harus diingat jika menafsirkan Quran – dan ayat 2.256 khususnya – karena ayat2 yang ‘turun’ belakangan (secara kronologis waktu) dikatakan menggantikan ayat2 yang bertentangan sebelumnya.
    Pesan2 Muhammad lebih dekat pada kedamaian dan toleran selama tahun2 pertamanya di Mekah, ketika dia belum punya tentara. Ini berubah secara dramatis ketika dia punya kuasa utk menaklukan, yang dia pakai utk memaksa suku2 lain agar masuk muslim tanpa syarat. Bandingkan ayat 2.256 dengan 9.5, yang ‘diturunkan’ belakangan, maka lebih mudah utk melihat kenapa islam bukanlah agama damai sejak Jaman Muhammad sampai detik ini.
    Ada bukti bahwa ayat 2.256 mungkin bukan dimaksudkan utk para muslim sama sekali, tapi ditujukan sebagai pesan bagi agama mereka agar mereka memperlakukan para muslim dengan baik. Ayat 193 dari surat yang sama menginstruksikan muslim utk “Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah.” (Fitnah yang dimaksud disini adalah Syirik, menyembah yang bukan Allahnya islam). Ini memperkuat sifat narsisis dari Islam, yang menempatkan para muslim diatas semua non muslim, dan menerapkan standar yang sangat berbeda bagi kedua kelompok tsb.
    Meski banyak muslim sekarang menolak praktek memaksa orang lain masuk agama mereka, pemaksaan ini telah menjadi bagian sejarah islam sejak jaman Muhammad bisa mengangkat pedang. Seperti tercatat dalam banyak hadis dimana dia berkata “Aku diperintahkan utk memerangi orang2 hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah…”
    Hebatnya, utk yang ini Muhammad mempraktekan perkataannya kedalam perbuatan. Ketika dia berbaris menuju Mekah dengan pasukan, salah satu tugas awalnya adalah menghancurkan patung2 yang ada didalam Kabah, yang disembah oleh orang2 arab selama berabad-abad. Dengan menghancurkan objek sembahan ini, dia sama dengan menghancurkan agama orang2 tersebut dan memaksakan agamanya sendiri.
    Menariknya, bahkan para muslim yang mengutip 2.256 biasanya percaya bahwa ajaran islam yang lebih berbau pemaksaan agama. Yaitu adalah hukuman mati bagi orang yang murtad dari islam, dan diskriminasi terhadap agama lain (terutama jika minoritas) dibawah kekuasaan islam yang kadang disebut sebagai “dhimmitude (aturan bagi para Dhimmi”. (Dhimmi adalah non muslim yang tinggal dibawah kekuasaan islam).
    Aturan Dhimmi melarang non muslim menyebarkan agama mereka bahkan dhimmi harus membayar pajak jizyah, pajak yang diwajibkan bagi mereka yang tidak mau masuk islam. Mereka yang tidak mau bayar harus dihukum mati. Jika ini bukan pemaksaan, LALU APA NAMANYA?

    4) Perang Salib

    Tipu-tipu Muslim:
    Muslim senang sekali membicarakan perang salib.. dan kristen senang sekali minta maaf utk masalah perang itu. Mendengar dari kedua belah pihak itu, orang akan percaya bahwa para muslim Cuma membela diri dari serangan orang2 yang ingin mengambil tanah milik sah mereka, ketika pasukan kristen memutuskan utk melakukan perang suci dan membunuh ‘jutaan orang’.
    Kenyataannya:
    Setiap bagian dari mitos ini semua adalah kebohongan dari para muslim. Dengan aturan standar yang dibuat oleh muslim itu sendiri, perang salib malah bisa sangat dibenarkan, dan akibat2nya (meski jika dipakai standar orang kristen) sangatlah kontras dibandingkan dengan sejarah perlakuan keji yang dilakukan tangan2 muslim pada tanah2 yang mereka jajah.
    Ini fakta2nya secara ringkas..
    Perang Salib pertama dimulai tahun 1095. 460 tahun setelah kota kristen pertama dijajah oleh tentara muslim, 47 tahun setelah yerusalem dijajah oleh muslim, 453 tahun setelah mesir dijajah oleh muslim, 443 tahun setelah muslim menjarah itali, 427 tahun setelah tentara muslim mengepung Kota Kristen Konstantinopel, 380 tahun setelah Spanyol dijajah oleh muslim, 363 tahun setelah Perancis diserang oleh tentara muslim, 249 tahun setelah Roma dijarah oleh tentara muslim dan SATU ABAD SETELAH BERSABAR ATAS PEMBAKARAN GEREJA2, PEMBUNUHAN2, PERBUDAKAN2 DAN PEMAKSAAN MASUK AGAMA ISLAM TERHADAP ORANG2 KRISTEN YANG DITAKLUKAN.
    Ketika Perang Salib benar-benar dimulai, tentara muslim telah menaklukan 2/3 dunia kristen saat itu.
    Eropa diganggu oleh para muslim pada tahun2 pertama sejak kematian Muhammad. Ditahun 652 saja, para pengikut Muhammad melancarkan perampokan2 dipulau Sisilia, dan melakukan penyerangan skala besar-besaran 200 tahun kemudian yang berakhir hampir seabad kemudian dan menghasilkan pembantaian besar-besaran, seperti di kota Castrogiovanni dimana 8.000 orang kristen dihukum mati. Tahun 1084, sepuluh tahun sebelum perang salib yang pertama, para muslim melakukan perampokan yang luar biasa di Sisilia, membakar gereja2 di Reggio, memperbudak biarawan2 dan memperkosa biarawati2 sebelum semuanya dijadikan tawanan perang.
    Secara teori, Perang salib timbul karena adanya gangguan kepada peziarah kristen Eropa yang menuju Tanah Suci Yerusalem, dimana mereka ditangkap, dianiaya, dipaksa masuk islam bahkan dibunuh. (Bandingkan ini dengan pembenaran Islam atas pembantaian yg mereka lakukan dengan alasan karena Muslim dilarang masuk Mekah ketika jaman Muhammad!).
    Tentara salib hanya menyerang tanah2 dimana sebelumnya menjadi milik Kristen. Mereka tidak pernah menyerang masuk ke Arab Saudi atau menghancurkan Mekah seperti yang Muslim lakukan (dan terus lakukan) pada Itali dan Konstantinopel.
    Periode “pendudukan” Tentara salib (atas tanah yg sebenarnya milik sah mereka) berlangsung kurang dari dua ratus tahun. Penyerangan Muslim malah berlangsung selama 1.372 tahun.
    Bersambung..

  7. …sambungan

    Periode “Penyerangan” Tentara Salib bisa ditotal hanya sekitar 20 tahun masa2 perang, dimana kebanyakan dari waktu itupun dihabiskan oleh organisasi dan perjalanan2. (1098-1099, 1146-1148, 1188-1192, 1201-1204, 1218-1221, 1228-1229 dan 1248-1250). Sebagai perbandingan, Jihad Muslim di pulau Sisilia berlangsung selama 75 tahun penuh.
    Tidak seperti tentara jihad, tentara Salib tidak pernah membenarkan tindakan2 mereka dengan ayat2 dari Injil (perjanjian Baru). Ini sebabnya kenapa mereka disebut anomali (penyimpangan), Jihad berlangsung selama 14 abad melawan kekristenan, dimulai jauh sebelum Tentara Salib terbentuk dan masih berlangsung setelah Tentara Salib tidak ada.
    Kejahatan terbesar dari Tentara Salib adalah penghancuran Yerusalem, dimana disebutkan 30.000 orang dibantai. Jumlah ini kecil sekali dibandingkan dengan jumlah korban Jihad, dari India sampai Konstantinopel dan Narbonne, tapi Muslim tidak pernah meminta maaf atas kejahatan2 tersebut dan tidak akan pernah.
    Apa yang disebut dengan “dosa dan perbuatan yang keterlaluan” oleh agama2 lain, dalam islam disebut sebagai “Takdir Awlloh”.

    5) Muhammad tidak pernah membunuh seorangpun

    Tipu-tipu Muslim:
    Agar memberi kesan bahwa Muhammad adalah sungguhan orang cinta damai, muslim kadang mengklaim bahwa dia tidak pernah membunuh seorangpun. Maksudnya bahwa dia tidak pernah membunuh langsung memakai tangannya sendiri (kecuali dalam peperangan, yang mungkin mereka lupa sebutkan).
    Kenyataannya:
    Memakai logika ini berarti Hitler juga tidak pernah membunuh seorangpun.
    Jelas, jika anda memerintahkan anak buah anda utk melakukan pembunuhan tawanan atau pembunuhan orang yang mengkritik, maka setidaknya anda punya andil dalam pembunuhan tsb, malah dalam hukum jaman sekarang andalah otak pembunuhan itu, hukumannya jauh lebih berat dari sipembunuh itu sendiri. Dalam kasus si Muhammad, jumlah orang yang pernah dia ‘bunuh’ secara harafiah terlalu banyak, hingga para sejarawan sendiri tidak sepenuhnya tahu berapa jumlah tepat yang dia bunuh.
    Tawanan di Badar (termasuk yang berteriak2 kepada anaknya ketika akan dipancung), Ibu dari lima anak (ditusuk ketika tidur dan menyusui anaknya atas perintah Muhammad hanya karena tidak percaya Muhammad itu nabi), puluhan warga yahudi, termasuk para penyair dan pedagang yang dituduh menghina islam, para pezina, budak (setidaknya satu budak wanita yang tercatat), 900 Pria Quraiza yang ditangkap dan dipancung atas perintah Muhammad, Kinana yang disiksa lalu dibunuh agar memberi tahu tempat harta karun sukunya (dan malam itu juga istrinya digagahi oleh Muhammad), kakek2 penyair yang syairnya menyinggung Muhammad. Belum pedagang2 yang dirampok diawal2 ‘karir’ kenabian si Muhammad.
    Secara tidak langsung, Muhammad bertanggung jawab bagi berjuta-juta orang yang dibantai sepanjang abad bagi mereka yang membawa bendera Jihad. Tidak saja dia membunuh, tapi dia sungguh2 manusia yang tangannya paling berdarah sepanjang segala jaman.

    6) Sama seperti Alkitab, Islam mengajarkan “Dilarang Membunuh” (QS5.32)

    Tipu-tipu Muslim:
    Banyak orang barat lebih suka utk percaya bahwa semua agama itu sama jeleknya atau sama buruknya, dan semangat sekali mencerna apa saja yang kelihatannya mendukung persepsi ini. Mitos ini menguntungkan islam semata, karena bukan saja mengangkat islam hingga seakan sejajar dengan agama lain, tapi juga menyeret turun agama lain hingga sejajar dengan islam. Utk bertarung dengan agama barat, muslim dengan bangga mengutip ayat 5.32, ini ayat yang paling mendekati perintah Perjanjian Lama “Jangan Membunuh”.
    [5.32] ….barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya…..
    Ini dikutip oleh Dewan Fiqih Amerika dalam dakwah mereka “Fatwa Melawan Terorisme”.
    Kenyataannya:
    Ampuuunnn.. kalau saja Quran stop sampai disana menurunkan ‘wahyunya’. Dunia ini akan damai sekali tanpa sejumlah besar muslim yang berlomba membunuh sebanyak-banyaknya atas nama agama islam diseluruh dunia. Berapa banyak nyawa, uang dan hati yang tidak akan hilang jika Muhammad memerintahkan muslim agar menghargai nyawa manusia non muslim seperti dalam tradisi Yudeo-Kristen.
    Sialnya, ayat itu jauh dari pengertian sebenarnya. Potongan dari ayat 5.32 diatas adalah tafsir para pembela muslim YANG INGIN DIPAKSAKAN AGAR DIPERCAYA oleh non muslim, mereka tidak mengeluarkan ratusan ayat perang, pancung, siksa, bunuh dan perkosa. Bahkan yang mereka kutip diataspun sebenarnya tidak begitu tafsirnya. Lihatlah ada tanda beberapa titik sebelum dan sesudahnya? Artinya ada yang dihilangkan atau tidak dikutip, padahal itu artinya menerangkan tafsir yang berbeda.
    Dibawah ini adalah ayat 5.32 sepenuhnya:
    [5.32] Oleh karena itu Kami tetapkan bagi Bani Israel, bahwa: barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi.
    Bersambung..

  8. …sambungan

    Pertama, membunuh diijinkan jika orang yang dibunuh itu pembunuh atau membuat kerusakan (mischief) di muka bumi. Pembunuh mungkin agak masuk akal, tapi ‘membuat kerusakan?” Jika ada yang perlu dijelaskan secara jelas dan terperinci, kata ini pasti perlu diperlakukan demikian. Tapi bergenerasi-generasi muslim dibiarkan menerapkan tafsir mereka sendiri atas kata “membuat kerusakan” ini. Belum lagi kalu diingat standar para muslim itu berbeda-beda tiap negara, tiap suku, tiap orang.
    Kedua, lihatlah konteks yang lebih luasnya dari ayat ini. Ini bukan perintah bagi muslim sama sekali. Tapi menceritakan sebuah aturan yang diberikan bagi orang israel. Sebuah teguran bagi pembunuhan. Sebuah dakwaan terhadap orang2 yahudi yang melanggar perintah tuhan. Barang siapa yang dimaksud disini bukanlah siapa saja diseluruh dunia, tapi orang2 yahudi.
    (tambahan: Ayat ini juga diturunkan dalam konteks pembunuhan Habil oleh Kabil, Anak2 Adam. Disini disebut jika membunuh Habil maka sama saja dengan membunuh umat manusia seluruhnya, karena memang saat itu manusia yang ada baru beberapa orang saja, salah satunya Habil)
    Bukannya menganjurkan toleransi seperti yang digembar-gemborkan muslim, Surah 5.32 diatas sebenarnya mengesankan kebencian dengan seusap kekerasan. Yahudi dan Kristen secara tidak langsung dikutuk sebagai orang ‘licik/jahat’ dengan ‘hati dengki’ dan penghujat sekaligus pembenci. Muhammad lalu meneruskan ayat tsb dengan mengingatkan umatnya bahwa Allah mencintai mereka yang ‘berperang’ dijalannya (dan jelas kita tahu siapa musuh yang diperangi itu).
    Muslim juga seenaknya melupakan fakta bahwa ayat setelah 5.32 itu malah memandatkan pembunuhan atas orang2 yang berbuat ‘kerusakan dimuka bumi’ tsb. Malah lebih jauh lagi, menyuruh menyalib, memotong tangan dan kaki mereka, ini lengkapnya:
    [5.33] Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar,
    Jika ini jawaban yang diberikan islam atas terorisme, ngga sulit utk menebak kenapa agama ini menyumbang jutaan pembunuhan lewat serangan2 teroris setiap tahun.

    7) Muslim membunuh karena membela diri

    Tipu-tipu Muslim:
    Muslim sering mengklaim bahwa agama mereka hanya memerintahkan pembunuhan dalam pembelaan diri (jika nyawa mereka terancam).
    Kenyataannya:
    Bela diri hanya satu dari beberapa kondisi dimana muslim boleh mengambil nyawa orang lain. Mitos membunuh karena bela diri saja mudah sekali disanggah dari kisah2 kehidupan Muhammad yang dituliskan dalam Qurannya (yang mana sangat akrab ditangan muslim teroris).
    Karir membunuh Muhammad dimulai dengna perampokan karavan2 pedagang yang bepergian antara Syria dan Mekah. Begundalnya biasa mengendap pada sais karavan dan membunuh mereka yang mempertahankan harta mereka. Tidak ada pembelaan diri disini, pembelaan perut sendiri mungkin. Ini jelas2 RAMPOK DAN BUNUH – yang diijinkan oleh Allah, menurut mulut Muhammad sendiri, dia juga menuntut seperlima bagian barang rampokan itu).
    Perang pertama yang dilakukan Muhammad adalah Badar, ketika tentara Mekah sebanyak 300 orang dikirim utk melindungi karavan dari serangan perampok muslim. Orang2 Mekah tidak mengancam Muhammad, dan (sebaliknya dari yang dipercaya muslim) orang2 mekah ini hanya membela diri mereka setelah selalu dirampoki oleh para muslim. Setelah perang ini, Muhammad menetapkan kebiasaan memancung sebagian tawanan yang menyerah, kebiasaan yang akan banyak diulang ditahun2 kemudian.
    Pentingnya episode ini tidak bisa dikatakan dilebih-lebihkan, karena disitulah bergantung awal mulanya rantai kekerasan yang dilakukan para muslim yang berujung pada serangan ke Jantung Ekonomi Amerika 11 September. Muslim tidaklah terancam oleh orang2 Amerika, dan pastinya tidak terancam oleh orang2 Amerika yang mereka serang saat itu. Mereka jaman dulu menyerang dan memancing peperangan, seperti yang dilakukan dan diusahakan oleh al-Qaeda dijaman sekarang ini.
    Muslim mencoba membenarkan kekerasan yang dilakukan oleh Muhammad serta para pengikutnya, katanya dizolimi oleh orang2 Mekah, hingga Muhammad diusir dari kota Mekah dan mencari perlindungan di Medina. Tapi bahkan seburuk-buruknya perlakuan orang2 Mekah itupun, orang2 itu tidaklah melakukan pembunuhan, kecuali satu atau dua pertengkaran salah paham. Muhammad dan pengikutnya sama sekali tidak terancam nyawanya di Medina.
    Bahkan pengikut Muhammad sendiri terbukti mempertanyakan apakah mereka harus mengejar dan membunuhi orang yang tidak menjadi ancaman bagi mereka, karena sepertinya mengkontradiksi ajaran Muhammad diawal mula. Utk meyakinkan mereka, Muhammad ‘menurunkan’ wahyu dari Allah yang menyatakan bahwa “2.191 … fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan… “ Ayat ini menetapkan prinsip diam-diam bahwa otoritas muslim jauh lebih tinggi nilainya dibandingkan nyawa orang2 golongan lain. Tidak ada konteks moral lebih luas lagi tentang tindakan barbar ini. Satu-satunya yang jadi patokan adalah bagaimana sebuah kejadian mempengaruhi
    atau menguntungkan para muslim.
    Dibawah Muhammad, para budak dan penyair dihukum mati, tawanan dipancung, dan pezina dirajam. Semua ini tidak dilakukan dalam peperangan atau pembelaan diri. Sampai hari ini, hukum islam memerintahkan hukuman mati utk kejahatan tertentu seperti penghujatan atau murtad.
    Setelah modarnya Muhammad, para sahabatnya menyerang dunia muslim – mengambil alih Timur Tengah, Afrika Utara dan sebagian Eropa. Mereka menyerang dan menaklukan dunia timur juga,
    Bersambung..

  9. …sambungan

    termasuk Iran, Afghanistan dan anak benua India. Semua ini bukanlah pembelaan diri. Ini Penyerangan. Namanya JIHAD.

    8) Taruhan US$1 Juta: kata ‘Jihad’ tidak ada dalam Quran.

    Tipu-tipu Muslim:
    Awal 2005, seorang ulama muslim terkenal bernama Jamal Badawi menawarkan US$1 Juta bagi siapapun yang bisa membuktikan bahwa Quran berisi kata “Perang Suci”. Apa dia sungguhan punya uang utk itu atau tidak, kita tidak akan pernah tahu, tapi niatnya adalah utk membuat orang2 percaya bahwa Jihad tidak disarankan dalam Quran dan bahwa Teroris itu secara tragis telah salah mengartikan peperangan mereka sebagai perang suci dijalan Islam.
    Begitu suksesnya mitos ini, hingga diulang-ulang dalam acara TV populer seperti “Criminal Minds”. Banyak yang percaya bahwa bukan saja perang suci tidak diperintahkan dalam Quran, tapi kata Jihad itu sendiri tidak ada didalamnya. Karena kata Jihad artinya adalah “Perang Suci” (khususnya bagi mereka yang membunuh dalam nama Allah).
    Kenyataannya:
    Bukan saja kata JIHAD disebut beberapa kali dalam Quran, seperti surah yg terkenal, surah At Taubah (no.9), ada lebih dari 150 seruan utk perang suci berantakan diseluruh Quran.
    Jadi apa tujuannya?
    Well, ketika kafir2 pandai seperti Robert Spencer yang langsung merespon pada tantangan ini dan ingin mengambil hadiahnya. Mr. Badawi dipaksa utk membayar tantangannya ini. Tapi apa lacur? Mr. Badawi bilang tantangan dia tidak minta konsep tentang Perang Suci. Dia hanya minta kata Arabnya langsung yang berarti Perang Suci.
    Dan bagaimana dengan JIHAD? Well, ini ngga masuk hitungan, menurut Mr. Badawi, karena secara teknis bisa juga dipakai dalam konteks yang bukan berarti perang suci (meski ternyata begitulah tafsiran kata itu dijaman Muhammad sendiri, bukan dijaman kita). Jihad itu sama dengan kata “Perang”, yang bisa dipakai dalam arti bersayap (seperti, “saya memerangi diri saya utk tidak berkata bahwa Mr. Badawi adalah penipu ulung”).
    Jika Jihad adalah suci tanpa peperangan, maka “QITAL” mestilah artinya peperangan tanpa suci. Ini istilah arab yang arti harafiahnya adalah melakukan peperangan militer. Tapi, seperti Jihad, ini sudah pasti dipakai dalam konteks perang suci, seperti dalam sura : “[2.193] Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah.” Mr. Badawi bahkan berkata (ini ada rekamannya) dan mengakui bahwa Qital bisa menjadi salah satu bentuk dari Jihad .. tapi meski begitu tidaklah masuk hitungan utk tantangan yang dia ajukan.
    Jadi, meski Quran bilang pada pengikutnya utk “bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka” dan “penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka”

    Bersambung..

  10. ….sambungan

    dan 150 perintah kekerasan lainnya utk berperang secara jelas dijalan Allah.. kata arab utk “Suci” dan “Perang” tidak secara harafiah muncul berdampingan. (Tidak juga kata jerman “concentration” dan “camp”, muncul bersamaan dalam dokumen2 Nazi).
    Ampuuun, kemenangan macam apa yang diaku Mr. badawi ini? Orang jadi membayangkan apakah Mr. Badawi sungguh2 percaya bahwa dia itu bermaksud jujur atau dia akan malu sendiri jika dia mengenali permainan kata2 yang dia lakukan itu?
    Akhirnya, orang harusnya tahu bahwa kata JIHAD dipakai dalam konteks perang agama lagi dan lagi, dan terdapat banyak berantakan dalam ayat2 Quran dan Hadis, dan bahwa, apapun terminologi pastinya, ayat ‘suci’ islam jelas-jelas menyuruh ‘semacam’ perang suci yang menimbulkan terorisme2 jaman modern sekarang ini.

    9) Ayat2 kekerasan diartikan keluar dari konteksnya

    Tipu-tipu Muslim:
    Ayat2 seperti, “bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka” diturunkan ketika keadaan perang, menurut para pembela islam. Mereka menuduh para kritikus menggunakan ayat2 Quran utk menjelekkan islam dengan cara ‘tebang pilih’ (mengambil ayat keluar dari konteksnya utk mendukung sebuah opini dan mengabaikan ayat2 lain yang menyanggahnya).
    Muslim yang bergantung pada argumen ini sering membuat kesan bahwa Quran itu penuh dengan ayat2 damai, toleran dan persaudaraan universal, dengan sedikit saja ayat yang mengatakan kekerasan. Para pemirsa mereka yang mudah dibohongi juga mengasumsikan bahwa konteks utk setiap ayat kekerasan ini dikelilingi oleh larangan2 yang melindungi ayat tersebut utk tempat dan waktu tertentu (seperti pada kasus ayat2 Perjanjian Lamanya orang Kristen).
    Kenyataannya:
    Sialnya, kebalikan dari itu. Itu sebabnya kenapa para mualaf dan non muslim, yang baru belajar Quran dan Hadis, sering dihadapkan pada serangkaian peringatan dan aturan oleh muslim2 yang ‘mengerti’ yang mengatakan bahwa ‘butuh bertahun-tahun utk mempelajarinya”, utk mengerti sepenuhnya arti dari ayat2 tertentu. Mualaf atau yang berniat masuk Islam didorong utk mencari petunjuk pada ulama atau ustadz agar ‘menolong’ mereka menafsirkan apa yang mereka baca.
    Bukanlah ayat2 kekerasan yang langka, malah ayat2 damai dan toleran lah yang langka ada dalam Quran. Konteks sejarah yang melatar belakangi ayat2 kekerasan itupun jelas tidak mendukung ‘damai’ yang mereka maksudkan.
    Dalam Quran, kisah2, pemikiran2 dan topik2 sering muncul begitu saja, sepertinya muncul secara random (acak) dalam acak kadut kitab yang tidak berurutan baik secara kronologis waktu maupun kejadian. Tapi, dengan bantuan referensi luar seperti hadis dan Kisah Hidup Muhammad, biasanya bisa ditetapkan bagaimana sebuah ayat ‘diturunkan oleh Awlloh” dan apa artinya bagi orang2 muslim saat itu dan jaman sekarang. Ini yang dimaksud oleh para pembela muslim oportunis sebagai “konteks sejarah”.
    Bersambung..

  11. …sambungan

    Mereka puas bahwa ayat2 demikian hanyalah sebagai bagian dari sejarah dan tidak dimaksudkan sebagai bentuk perintah bagi muslim jaman sekarang.
    Tapi “konteks Sejarah” berlaku juga dua arah. Jika ayat itu adalah produk sebuah kejadian dalam sejarah, maka semuanya juga demikian adanya. Tentunya, tidak ada satu ayatpun dalam Quran yang tidak diberikan pada waktu istimewa tertentu utk kondisi tertentu yang dialami Muhammad, apakah itu keinginan Muhammad utk menaklukan suku tetangga atau butuh “wahyu” dari Allah agar membujuk pengikutnya berperang, atau jika perlu “wahyu” tertentu utk memuaskan nafsu seksnya atas wanita tertentu pula (utk menghindari kemarahan dari istri2nya yang lain).
    Inilah ironinya sistem “tebang pilih”: Mereka yang memakai alasan “konteks sejarah” melawan penyanggahnya hampir selalu berargumen dengan ayat pilihan mereka sendiri yang mana ayat yang mereka terapkan dalam “konteks sejarah” dan yang mana yang mereka anggap tidak perlu diterapkan dalam “konteks sejarah”.
    Islamis murni tidak memainkan tipu-tipu demikian. Tidak saja mereka tahu bahwa ayat2 Jihad itu banyak dan sangat otoritatif (menggantikan ayat2 lain yang lebih awal), mereka juga percaya bahwa keseluruhan ayat Quran itu abadi dan kalimat langsung dari Allah utk segala waktu dan segala keadaan.. dan inilah yang membuat mereka sangat berbahaya.

    10) Islam pasti benar karena agama yang paling pesat perkembangannya sedunia

    Tipu-tipu Muslim:
    Gimana bisa islam itu jelek jika islam adalah agama yang paling pesat pertumbuhannya? Bukankah ini berarti islam adalah sungguh2 agama yang sejati, karena banyak orang yang menerimanya?
    Kenyataannya:
    Pertama-tama, kebenaran sejati dari sebuah doktrin atau agama tidak pernah ditetapkan semata-mata dari banyaknya orang yang percaya. seratus tahun lalu, mayoritas terbesar penghuni planet ini bahkan tidak percaya bahwa mereka berdiri diatas sebuah planet. Mereka juga tidakl percaya bahwa bumi berputar dg kecepatan 1.500 km/jam atau memutari matahari dengan kecepatan 100.500 km/jam. Apakah ini berarti bahwa bumi tidak melakukan semua ini sampai orang2 percaya akan hal ini?
    Kedua, Islam bukan “tumbuh pesat” dibanding agama lain karena “orang2 menerimanya”, tapi lebih karena kecepatan beranak pinak para muslim yang jauh lebih tinggi dibanding orang2 kristen dan agama2 lain, khususnya di barat. Belum lagi jika diingat mereka boleh beristri empat. Anak2 mereka dibesarkan dalam agama apa saja sesuai orang tuanya. Jadi ini tidak bisa dijadikan satu acuan.
    Dari yang mereka akui sebagai “mualaf” dari agama lain, hanya segelintir kecil saja yang menjadi muslim aktif. Sisanya hampir semua Cuma orang2 yang sebelumnya memang tidak berpegangan teguh pada agamanya semula, atau bisa dibilang non agamis. Di Barat dan Negara dunia ketiga non muslim, dimana semua agama boleh ‘berkompetisi’ dg adil, orang-orang yang mengalami pencerahan spiritual kebanyakan malah mereka yang masuk kekristenan bukannya islam.
    Bersambung..

  12. …sambungan

    Terakhir, alasan utama bahwa islam ‘katanya’ lebih pesat kemajuannya dibanding agama lain, sementara kehilangan umatnya keagama lain lebih sedikit. Sebenarnya adalah utk menutupi kemaluan mereka sendiri, bukannya utk berbangga diri. Pada kenyataannya, hal itu lebih berkesan utk menghilangkan rasa ketidak amanan para muslim akan agama mereka sendiri dibandingkan agama2 lain.
    Misal anda main catur dg anak umur 6 tahun. Bukannya ikut aturan catur, anak itu boleh membuat aturan seenak dia sendiri. Salah satu aturan yang dia tetapkan itu adalah, anda tidak boleh masuk kedaerah papan catur dia, tapi dia bebas masuk kedaerah papan catur anda. Kemungkinan besar akan sangat mustahil mengalahkan dia.
    Misal lagi, jika si anak memenangkan tanding catur itu – yang dipastikan oleh aturan2 yang dia tetapkan sendiri – apakah ini sesuatu hal yang bisa dibanggakan?
    Aturan yang muslim terapkan pada “catur agama” persis seperti perumpamaan tanding catur diatas. Agama2 lain tidak boleh beroperasi didaerah islam (menyebarkan agamanya, berkhotbah, dll) sementara para muslim seenak perutnya berdakwah, berteriak2 sambil sesekali menjelek-jelekan agama lain. Malah pindah agama dari islam ke yg lain tidak diijinkan – hukumannya mati.
    Melihat para muslim BERBANGGA DIRI menjadi “agama yang paling pesat pertumbuhannya” tidak berbeda dengan melihat anak ingusan membanggakan diri bahwa dia adalah GRAND MASTER CATUR karena telah mengalahkan jago2 catur dunia dalam sebuah pertandingan yang aturannya dia tetapkan sendiri. Sebuah kemenangan yang “PALSU”.
    Islam telah memainkan aturannya sendiri sejak lahirnya. Bukan tidak mungkin para muslim segera mengembangkan rasa percaya diri akan agama merka (atau kebutuhan pendewasaan diri secara sosial) utk menutupi ‘aturan2 memalukan’ yang membuat mereka menjadi demikian ‘SUKSES” dan menutup kompetisi dengan agama lain dalam aturan yang sama.
    Seperti telah disebutkan diatas, kebenaran sejati sebuah agama atau dalil tidaklah ditetapkan atau dibenarkan oleh berapa banyak pengikutnya. Tapi jika sebuah agama harus didukung oleh STANDAR GANDA dan ANCAMAN HUKUMAN MATI utk berkembang. Maka semakin yakinlah alasan utk meragukan kesejatian agama tersebut.

    (Catatan: ini bukan berarti kita percaya bahwa islam itu agama yang paling pesat pertumbuhannya, karena memang pernyataan itu sendiri tidak benar, para muslim hanya ingin kita percaya seperti mereka percaya akan kebohongan tipu-tipu itu)

    • Kebenaran apa yang dapat dipercayai dari orang yang menyembunyikan jati dirinya???
      Tunjukan siapa anda bila anda benar!!!
      Karena bagi saya dan semua muslim,Kebenaran sejati hanya datang dari Muhammad SAW,,bukan dari seorang pengecut yang menyembunyikan jati dirinya

  13. Pingback: TONGKAT KOMANDO BUNG KARNO « seeword

  14. STOPP PRESS…!!! Anda jangan kemana2 dulu. Inilah dia 11 AKSI TEROR TERBESAR sepanjang sejarah dunia.

    1. Tragedi WTC (11 September 2001)

    Serangan 11 September (disebut September 11, September 11th atau 9/11), adalah serangkaian empat serangan bunuh diri yang telah diatur terhadap beberapa target di New York City dan Washington DC pada 11 September 2001. Pada pagi itu, 19 pembajak dari kelompok militan Islam, al-Qaeda, membajak empat pesawat jet penumpang. Para pembajak sengaja menabrakkan dua pesawat ke Menara Kembar World Trade Center di New York City. Kedua menara runtuh dalam kurun waktu dua jam. Pembajak juga menabrakkan pesawat ketiga ke Pentagon di Arlington, Virginia. Ketika penumpang berusaha mengambil alih pesawat keempat, United Airlines Penerbangan 93, pesawat ini jatuh di lapangan dekat Shanksville, Pennsylvania dan gagal mencapai target aslinya di Washington, D.C. Menurut laporan tim investigasi 911, sekitar 3.000 jiwa tewas dalam serangan ini.

    2.Tragedi Lockerbie (21 Desember 1988)

    21 Desember 1988 pesawat Boeing 747-100 terdaftar N739PA dan bernama “Clipper Maid of the Seas” penerbangan harian Pan American World Airways dari Bandara Internasional Heathrow, London ke Bandara Internasional John F. Kennedy, New York. meledak di udara pada saat terbang di atas Lockerbie, Dumfries dan Galloway, Skotlandia, ketika sebuah 340-450 gram peledak plastik diledakkan di tempat kargo depan, memicu kejadian-kejadian selanjutnya yang menuju kehancuran pesawat dengan cepat. Angin dengan kecepatan 100 knot (190 km/j) menyebarkan penumpang dan barang lainnya sepanjang 130 km. Dua ratus tujuh puluh satu orang dari 21 negara meninggal, termasuk 11 orang di atas tanah. Aksi ini didalangi oleh agen rahasia Lybia.

    3. Teror Gas Sarin (20 Maret 1995)

    Pada 20 Maret 1995, seorang anggota sekte hari kiamat Aum Shinrikyo (Kebenaran Tertinggi) melepaskan gas satin di kereta komuter di jam sibuk. Pelaku yang diperintahkan oleh pemimpin sekte adalah mantan ahli akupunkur separo buta yang kerap memperingatkan akan datangnya hari kiamat.
    Lebih dari 6.200 orang terluka dalam serangan terencana di sistem kereta bawah tanah paling sibuk di dunia itu. Sementara 13 orang tewas. Salah seorang korban tewas adalah Kazumasa, suami Takahashi. Kazumasa, 50 tahun, adalah seorang pekerja di stasiun yang memindahkan kantong plastik berisi gas saraf dari kerumunan penumpang di stasiun Kasumigase-ki, Tokyo.

    4. Bom Oklahoma City (19 April 1995)

    Kasus ini adalah serangan teroris domestik terbesar kedua dalam sejarah Amerika Serikat yang menewaskan 168 orang. Bom tersebut diletakkan dalam sebuah truk sewaan, diledakkan di jalan depan gedung tersebut pada 19 April 1995 pukul 9:02 pagi waktu setempat. Bom mobil tersebut berisi 2.300 kg bahan peledak, dibuat dari amonia nitrat, sejenis pupuk yang digunakan dalam pertanian, dan nitrometan, sejenis bahan bakar untuk mobil balap.

    5. Pengeboman Kedubes AS di Nairobi (Kenya) & Darusalam (Tanzania).

    7 Agustus 1998. 200 orang tewas dan lebih dari 1.000 orang luka-luka setelah serangan bom di dua Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) di Kenya dan Tanzania.
    Laman stasiun televisi BBC mengungkapkan bahwa dua insiden itu terjadi bersamaan dalam selisih beberapa menit. Ledakan pertama terjadi di Kedubes AS di Dar es Salaam, ibukota Tanzania.
    Lima menit kemudian, bom menghancurkan gedung Kedubes AS di ibukota Kenya, Nairobi. Ledakan di Nairobi melukai Duta Besar AS, Prudence Bushnell.

    6. Bom Bali (Indonesia)

    Bom Bali terjadi pada malam hari tanggal 12 Oktober 2002 di kota kecamatan Kuta di pulau Bali, Indonesia, mengorbankan 202 orang dan mencederakan 209 yang lain, kebanyakan merupakan wisatawan asing. Peristiwa ini sering dianggap sebagai peristiwa terorisme terparah dalam sejarah Indonesia. Aksi ini didalangi oleh kelompok Amrozi cs yang diduga keras mendapat dukungan dana dari kelompok JI (Jamaah Islamiyah) pimpinan KH Abu Bakar Basyir. Sasaran utamanya adalah wisatawan barat yang ada di Indonesia.

    7. Teror Moscow (Rusia)

    Tanggal 23-26 Oktober 2002 merupakan hari paling mencekam di gedung pertunjukan Moscow Theater, Rusia. Sekitar 850 orang dr berbagai negara yg sedang menikmati pertunjukan konser musik akbar, Nord Ost, tiba2 dikejutkan oleh datangnya puluhan teroris berseragam hitam2 dn memakai penutup muka.

    8. Bom Madrid (Spanyol)

    Peristiwa peledakan bom Madrid 11 Maret 2004, terdiri dari beberapa ledakan yang terjadi di dalam empat kereta komuter cercanías (semacam kereta api Jabotabek di Jakarta, Indonesia) di Madrid, Spanyol. Peristiwa ini terjadi dini hari 11 Maret 2004. Terdapat 192 korban jiwa dan 2.050 korban luka-luka. Peristiwa ini serangan teroris terparah di Eropa setelah peristiwa Lockerbie pada 21 Desember 1988). Konon ada tiga belas bom; sepuluh di antaranya meledak.
    Korban jiwa berasal dari banyak negara: Spanyol, Rumania, Kuba, Chili, Kolombia, Republik Dominika, Ekuador, Guinea Bissau, Honduras, Maroko, Peru, dan Polandia.
    Ini serangan teroris terburuk yang pernah dialami Spanyol. Jauh lebih keji dari serangan teroris ETA di Barcelona, di sebuah supermarket yang menghasilkan korban jiwa 21 orang dan 40 orang luka-luka pada tahun 1987.

    9. Bom bunuh diri di London

    Bom London 2005 adalah serangkaian pengeboman yang terjadi di jaringan transportasi umum di London, Britania Raya pada pagi hari 7 Juli 2005 saat jam-jam padat. Korban jiwa mencapai setidaknya 56 orang. Empat ledakan terjadi di tiga jalur kereta api bawah tanah dan sebuah bus di pusat kota London. Keempat ledakan tersebut diperkirakan dilakukan oleh teroris dan terjadi tepat pada saat konferensi G8 dibuka di Skotlandia pada sore hari sehari sebelumnya. London juga kebetulan terpilih sebagai penyelenggara Olimpiade 2012 sehari sebelumnya. Motif tepatnya masih belum diketahui pasti.

    10. Bom Mumbai (India)

    Serangan teroris Mumbai November 2008 merupakan rangkaian serangan teroris terkoordinasi yang terjadi serentak di sejumlah tempat di sekitar kota Mumbai, ibukota finansial dan kota terbesar di India, pada 26 November 2008 yang berlanjut sampai dengan 29 November. Sekurang-kurangnya 188 orang, termasuk sekurang-kurangnya 22 warga asing, dipastikan menjadi korban, sementara sekitar 370 orang cedera. Para pelaku melakukan serangkaian penembakan, peledakan, dan penyanderaan. Serangan-serangan tersebut terjadi di stasiun kereta api Chatrapati Shivaji Terminus (CST) yang ramai; dua hotel lima bintang yaitu Oberoi/Trident dan Taj Mahal Palace; Kafe Leopold, sebuah restoran yang terkenal di kalangan turis; Rumah Sakit Cama; gedung pusat komunitas Yahudi Mumbai Chabad House; dan kantor polisi.

    11. Bom JW Marriott (Indonesia)

    Pengeboman Jakarta 2003 (disebut juga Pengeboman JW Marriott 2003) adalah peristiwa ledakan bom di hotel JW Mariott di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Indonesia pada pukul 12.45 dan 12.55 WIB tanggal Selasa, 5 Agustus 2003. Ledakan itu berasal dari bom mobil bunuh diri dengan menggunakan mobil Toyota Kijang dengan nomor polisi B 7462 ZN yang dikendarai oleh Asmar Latin Sani. Ledakan tersebut menewaskan 12 orang dan mencederai 150 orang. Akibat peristiwa itu, Hotel JW Marriott ditutup selama tiga minggu dan setelah melakukan operasi perlengkapan mulai reopened menyelesaikan renovasi kembali tanggal Jumat, 22 Agustus 2003.
    Aksi ini juga didalangi oleh kelompok Amrozi cs yang diduga keras mendapat dukungan dana dari JI (Jamaah Islamiyah) pimpinan KH Abu Bakar Basyir.

  15. STOPP PRESS…!!! Anda jangan kemana2 dulu.
    Masalah teror sudah menjadi musuh bagi semua negara di dunia (terutama negara-negara barat). Beberapa diantaranya sebenarnya punya tujuan yang jelas dan mulia. Namun kebanyakan eksistensi maupun aksi mereka dianggap meresahkan masyarakat. Bagi banyak negara, kelompok teroris di bawah ini dianggap sesuatu yang terlarang.

    Berikut adalah 10 KELOMPOK TERORIS PALING TERKENAL di dunia :

    1. Al-Qaeda

    Siapa yang tak kenal dengan Al-Qaeda. Kelompok teror terbesar di antara semua kelompok teroris di seluruh dunia. Kelompok ekstrimis Islam ini didirikan pada tahun 1989 oleh Osama bin Laden, Kelompok ini terkenal di seluruh dunia setelah serangan 11 September. Walaupun pemimpin utamanya yakni Osama dikabarkan sudah tewas, namun organisasi ini tetap hidup.

    2. Hamas

    Singkatan untuk “Harakat Al-Muqawama Al-Islamia”, Hamas adalah kelompok sosio-politik teroris Palestina yang didirikan pada tahun 1987. Organisasi ini didirikan dengan tujuan Jihad dan untuk melepaskan Palestina dari penjajahan Israel. Dikenal karena pelaku bom bunuh diri yang pemberani, kelompok teroris ini secara signifikan didukung oleh Hizbullah untuk membunuh warga sipil Israel dan petugas pertahanan.

    3. Taliban

    Taliban adalah organisasi teroris yang didirikan oleh suku Pashtun dengan dukungan beberapa negara Islam seperti Arab, Chechen, Uzbek, Tajik Punjabi. Sebagian besar anggotanya adalah mahasiswa. tujuan utamanya adalah mengusir pendudukan NATO di Afganistan dan sekitarnya.

    4. Hezbollah

    Salah satu kelompok teroris paling berbahaya di dunia. Kelompok teroris ini berpusat di Lebanon, namun juga eksis di Iran dan Suriah. Orientasi utamanya adalah memerdekakan negara-negara Syiah dari penjajahan Amerika serikat dan antek-anteknya.

    5. Liberation Tiger of Tamil Eelam

    Kelompok teroris paling berpengaruh di Sri Lanka, didirikan oleh Velupillai Prabhakaran pada bulan Mei 1976. Dan hingga kini dilarang di 32 negara di dunia karena aksinya yang telah banyak membunuh petinggi Sri lanka dan India

    6. Kurdistan Worker’s Party

    Dikenal sebagai PKK, kelompok ini didirikan pada 27 November 1978 di Turki dan berorientasi untuk memerdekakan negara kurdi. Wilayah operasinya berada di Turki, Iran, Suriah dan Irak.

    7. Revolutionary Armed Forces of Colombia

    Kelompok teroris Kolombia yang dianggap masih setia dengan paham Marxis-Leninis serta dianggap sebagai salah satu gembong perdagangan narkoba dunia. Didirikan tahun 1964 dan hingga kini tercacat ada 12 ribu pejuang dari kelompok ini yang setia menjarah uang orang-orang kaya untuk diberikan kepada masyarakat miskin.

    8. Jamaat Ansar al-Sunna

    Kelompok Teroris ini berdiri tahun 2003, kelompok ini adalah kelompok yang menentang pemerintahan Irak di masa Nouri al maliki serta penentang keras pendudukan Amerika serikat di negeri 1001 malam itu.

    9. Aden-Abyan Islamic Army

    Kelompok ini adalah kelompok Jihad Islam terkemuka di Timur tengah, Namun begitu basisi kelompok teroris ini berada di Yaman. Belum jelas kapan kelompok ini didirikan, namun mulai terkenal di dunia setelah peristiwa penculikan 16 turis pada tahun 1998 di kota Abyan.

    10. Armed Islamic Group of Algeria (GIA)

    Kelompok teroris ini berdiri pada bulan Juli 1992. Kelompok ini adalah kelompok oposan pemerintah Aljazair yang selalu melakukan aksi-aksi per-oposisi-anya dengan teror. Kelompok ini mulai terkenal di dunia setelah ikut serta dalam aksi pembajakan pesawat Air France 8969 pada tahun 1994.

    • 11. Vatikan (para pemimpin katholik)

      Dan akhirnya kita sampai pada organisasi terrorist terbesar dalam daftar kita. Vatikan adalah organisasi terorrist terbesar, terkejam, dan terbangsat di dunia, anehnya orang2 barat gak ada yang nyebut-nyebut segala bajingan2 yang bermukim di dalamya. Ya, meskipun dahulu organisasi ini diisi orang2 bejat tapi tak ada yang mengakuinya(aneh ya). Orang orang ini padahal melakukan hal hal yang jauh lebih mengerikan, lebih men-terror orang2, dan mungkin jadi mereka ini adalah organisasi berbasis agama yang segala kelakuanya memaka korban paling banyak diantara kelompok terror yang lain. Contohnya adalah perang salib yang memakan korban mungkin mencapai ratusan ribu orang, siapa biangnya: tak lain adalah pemimpin katolik yang di sebut Paus. Kemudian terror terhadap ilmuwan yang bertentangan dgn kehendak mereka. Mereka pernah menyiksa, dan membunuh beberapa ilmuwan dan membuang mayatnya di tengah jalan agar jadi peringatan bagi yang lain. Selama eropa di bawah setan2 ini pun eropa menjadi bangsa yg terbelakang. Mereka juga doyan membakar orang hidup-hidup di atas tiang. Siapapun yang mereka anggap menyalahi ajaran akan dihukum demikian. Organisasi inipun sampai sekarang masih meneror, ya, melalui pastur2 homo yang suka menyodomi anak lelaki. Demikianlah, memang mereka ini penerror yang paling mengerikan dan mungkin dengan korban jiwa yg palin banyak dari organisasi teror manapun, tapi mereka beruntung karena walau demikian mereka jarang disebut2 jika membicarakan terrorisme.

  16. WAHAI PARA PENYEMBAH TUHAN……AGAMA ITU JELAS DAN TERANG !!!

    KETIKA KITA HIDUP DI ALAM ALAM RISALAH ADAM, MAKA KITA WAJIB MEYEMBAH TUHAN DENGAN CARA MENGIKUTI APA YANG DISAMPAIKAN TUHAN MELALUI ADAM.

    KETIKA KITA HIDUP DI ALAM RISALAH NOAH, MAKA KITA WAJIB MEYEMBAH TUHAN DENGAN CARA MENGIKUTI APA YANG DISAMPAIKAN TUHAN MELALUI NOAH.

    KETIKA KITA HIDUP DI ALAM RISALAH ABRAHAM, MAKA KITA WAJIB MEYEMBAH TUHAN DENGAN CARA MENGIKUTI APA YANG DISAMPAIKAN TUHAN MELALUI ABRAHAM.

    DAN SETERUSNYA…..

    JIKA INI DIANGGAP SALAH MAKA BERARTI HANYA ADA SATU NABI DI DUNIA INI ……………………..YAITU NABI ADAM.

    TENTULAH KITA TELAH MENGETAHUI BAHWA DI DALAM ATURAN ADAM,
    ANAK LAKI-LAKI MENIKAH DENGAN SAUDARA PEREMPUANNYA, TAPI DALAM RISALAH RASUL TERAKHIR, HAL ITU DIHARAMKAN, ………SEORANG LAKI-LAKI TIDAKLAH BOLEH MENIKAHI SAUDARA PEREMPUANNYA.

    JADI BUAT APA BERKERAS HATI MENGIKUTI ATURAN LAMA PADAHAL SUDAH ADA ATURAN BARU YANG MENGGANTINYA.

    SEJAK ZAMAN ADAM, HANYA ADA SATU TUHAN YANG SAMA DAN SEMUA RASUL MENYAMPAIKAN HANYA SATU AGAMA YANG SAMA YAITU AGAMA “MENYERAH KEPADA TUHAN” .

    HANYA TUHAN YANG LEBIH TAHU MANA HATI YANG BENAR-BENAR MENYERAH.

    KITA TELAH DICIPTAKAN OLEH PENCIPTA YANG KUASA ATAS SEGALA HAL, YANG JUGA TELAH MENCIPTAKAN LANGIT, BUMI DAN SEGALA MACAM CIPTAAN YANG TAK TERPUNGKIRI. DIA TELAH MEMBERIKAN KARUNIA DAN ANUGERAHNYA KEPADA KITA.
    ………MAKA PANTASKAH KITA MEMBANGKANG KEPADA-NYA ???

  17. berita2 yg ada ini memang dapat tampil berawal karena mungkin ada sumbernya juga walaupun setengah2 tapi ane merasa miris juga kalau toh berdasar misteri2 yang berbau mistik misteri sekali yang pada seketikanya menjadi rutinitas dalam hidup kita toh itu dijalani oleh tokoh2 yang ikut berpengaruh dalam dunia ini ada yang menyembah jin demi bagus hidup ia jalani tapi astafirullah jika itu benar orang2 yang memuja jin/menyembah jin adalah isinya api neraka tapi jika benar sekali lagi juga andai itu ada bahwa dunia ini sesekali bergengsi diatur oleh orang yang kerjanya penyembah jin mudah2an kebiasaan itu dapat hapus sebelum kiamat membahana yang menyilang sengketakakan hidup kita itu bukti semua makluk hidup sangat takut pada Tuhan itu sendiri sebab dimanalah tempat makluk hidup itu berlindung jika tidak kembali pada Rab itulah Tuhan azzawajalla

  18. satu hal….mau Kristen kek, Hindu kek, Islam kek, Budha kek, kita semua hidup dalam lingkungan kapitalis dimana perbankan kita dikuasai bangsa yahudi…..dan uang beredar adalah kredit….yang bunganya kita bayar setiap hari baik melalui pajak ataupun melalui hasil kerja keras kita, apapun agama kita kelak nanti uang beredar akan habis dan akan dikuasai oleh bangsa yahudi azkenazi……..(rostchild and group) dan kita akan menjadi budak mereka, kecuali kita menghentikan sistem kapitalisme ini bersama-sama….justru apapun agama kita kita musti bersatu menghapuskan sistem ribawi ini…..atau bunga berbunga ini……..karena kreditor, bank, negara dan multifinance tidak perduli dengan kita selama kita membayar pajak , bunga dan lain-lain, tapi kalau kita nunggak…kita pasti akan disita hartanya tidak perduli agama ente apa…….
    baca situs dibawah ini….karena apapun agama- kita kita musti bekerjasama dalam menghadapai segala kesusahan di depan mata………….dimana kata Benyamin Franklin :”nanti anak cucu kita akan menjadi pengemis dan peminta-minta diatas tanah mereka sendiri selama para bankir dan kapitalis berkuasa….” pernyataan Benyamin Franklin yang Kristen ini ditujukan ke semua orang, baik Kristen maupun Islam.

    http://pohonbodhi.blogspot.com/2008/11/saya-menginginkan-seluruh-dunia-plus-5.html

    http://pohonbodhi.blogspot.com/2008/11/sejarah-dinasti-rothschild.html

  19. Fakta dan rasa tentang blog ini :

    1) Bukan murni informasi ilmiah
    Beberapa tulisan disajikan seolah2 berbau ilmiah, namun juga dengan menyertakan kepercayaan kuno serta dongeng dalam menyusun argumentasinya.

    2) Mengobarkan rasisme dan paranoia
    Disini terkesan adanya penekanan terhadap sentimen negatif bagi kaum tertentu, terutamanya Yahudi dan Amerika. Sentimen ini dikobarkan lewat berbagai cerita yang juga tidak jelas sumbernya. Terkadang sampai melanggar batas2 logika. Namun muara akhirnya tetap mudah ditebak, yakni demi terciptanya rasisme (pembeda2an perlakuan terhadap bangsa) serta paranoia (kecurigaan berlebihan) terhadap agama/bangsa lain.

    3) Kampanye Islamisasi lewat cara2 tidak wajar
    Berbagai cerita disini disajikan seolah2 berbau misteri, namun pada akhirnya tetap demi mengaitkannya dengan isi Alqur’an. Beberapa fakta yang sudah terkumpul tentang misteri itu sendiri juga sebenarnya masih sangat dangkal, sehingga terlalu naif rasanya bila langsung mengaitkannya terhadap ayat tertentu. Apalagi jika tujuannya hanya ingin menunjukkan bahwa ayat tersebut sebagai sebenar2nya ayat.

    4) Memancing perdebatan, sekaligus ingin mempelajari opini penganut agama lain
    Nuansa intrik juga terasa dalam peluncuran blog ini. Sebuah artikel terkesan sengaja disajikan kontroversial agar memancing reaksi pro dan kontra dari kalangan pembaca. Ibarat taktik lempar bola dari balik tirai, disini si pelempar ingin mengetahui siapa penendang yang lebih kuat serta bagaimana caranya dia menendang, namun tanpa ingin diketahui maksud dan jatidirinya sebagai pelempar. Tujuannya mungkin disamping untuk kampanye agama Islam, sekaligus juga ingin mempelajari opini yang berkembang di kalangan penganut agama lain serta mencari kelemahannya bila ada.

    5) Tanpa referensi yang jelas

    • Fakta dan rasa tentang orang yg menulis komen diatas

      1. Merasa ngiri karena ada kutipan ayat kitab kepercayaan lain terdapat di beberapa artikel di situs ini(mungkin kalo ada kutipan alkitab dia bakal diem kali yak, hihihihi…). Padahal, yang gue lihat kutipan2 ayat yang bikin dia terintimidasi itu cuma ada di artikel artikel berbau islam. Harusnya sebagai kristen usahlah dia membuka2 dan membaca artikel yang memang bukan untuknya. “Mennn!!!!!, itu artikel islam mennn!!!!, ngapain lu buka2 trus protes ada ayat agama islam disitu?, jelaslah ada kutipan kitab mereka, wong itu buat mreka!!!”, begitulah kata orang yg membaca tulisanya dia. 2. Dia bilang situs ini mengobarkan rasism dan paranoid. Lagipula siapa dia?, orang amerika??, orang yahudi??, he…gua yakin 10000% bukan. Kenapa dia yang repod? Itu adalah misteri. 3. Dia bilang yang punya situs bertujuan memicu perdebatan. Padahal yang memicu perdebatan itu bukan yg punya situs, tapi dia dan temen2 sejenis dia yang suka buka buka artikel islam dan lantas naro komen negatif, ngga’ bertanggung jawab, yang nimbulin orang2 saling hina, saling ejek dan saling debat. 4. Dia bilang artikelnya gag pake refrensi?, “memangnya lu gak baca tulisan di atas dia udah bilang kalo article2nya diambil dari situs lain”, begitulah kata orang. 5. Katanya nggak murni artikel ilmiyah. “Kenapa lu gak tanya saja sama yang bikin article ini. Dia kan udah jelas bilang kalo article ini diambil dari situs laen!!!!!!!, bukan dia sendiri yg nulis!!!!!”, begitulah kate yang baca komen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s